Logo Header

Hindari Kejahatan di Dunia Maya dengan Memanfaatkan Aplikasi dan Fitur Keamanan

Jusrianto
Jusrianto Kamis, 11 November 2021 15:01
Webinar Indonesia #makincakapdigital 'Hati-hati Menyebar Data Pribadi'.
Webinar Indonesia #makincakapdigital 'Hati-hati Menyebar Data Pribadi'.

TEBARAN.COM, BOALEMO – sebanyak 1.042 peserta dari berbagai kalangan mendaftarkan dirinya untuk mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 11 November 2021 di Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Hati-Hati Menyebar Data Pribadi”.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini. Masing-masing yakni, Corporate Secretary WGS Hub & IT Venture Builder Ratri Adityarani, 2nd RJ Duta Rosella Koni, Dosen FH Universitas Negeri Gorontalo Jufriyanto Puluhulawa, serta Pegiat Literasi & Pekerja Seni Beyon Destiano. Sedangkan moderator yaitu Shinta Pramucitra.

Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

Berikutnya, sesi pemaparan dibuka oleh Ratri Adityarani yang mengusung tema “Software dan Hardware, Pengenalan Fitur Proteksi”.

Menurut Ratri, hardware (perangkat keras) merupakan komponen digital yang kasat mata dan dapat disentuh secara fisik, sedangkan software (perangkat lunak) adalah data yang diprogram dan disimpan dalam perangkat keras.

Beberapa ancaman keamanan komputer, diantaranya virus, hack (peretasan), serta phising (serangan pencurian data pribadi).

“Ada tiga hal dalam cyber security (keamanan digital), yaitu confidentiality (kerahasiaan), integrity (integritas), dan availability (ketersediaan informasi),” imbuhnya.

Prapti Rosella Koni sebagai pemateri kedua menyampaikan paparan berjudul “Berpikir Bijak Sebelum Mengunduh di Internet”. Ia mengatakan, kejahatan di dunia maya (cyber crime) meliputi pelanggaran privasi,

pelanggaran kekayaan intelektual, sabotase dan pemerasan, penyusupan ke dalam sistem, serta konten ilegal. Kiat untuk menghindarinya yakni dengan tidak mengakses laman dengan alamat http yang tanpa huruf “s”.

“Kita juga bisa menggunakan laporan transparansi Google untuk mengecek keamanan suatu laman,” ujar dia.

Pemateri ketiga, Jufryanto Puluhulawa, mengusung materi bertema “Mengenal Lebih Jauh tentang UU ITE terkait Perlindungan Data Pribadi”.

Menurut dia, penyusunan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) antara lain terkait pembangunan nasional, dan menjamin pemanfaatan teknologi informasi secara aman, dan mencegah penyalahgunaan.

Misalnya, dalam Pasal 26 yang mengatur perlindungan data pribadi dari bentuk gangguan atau tindakan memata-matai.

“Karenanya, di beberapa media sosial ada pilihan fitur untuk mempublikasi profil penggunaannya atau dibuat privat,” jelasnya.

Beyon Destianto sebagai narasumber terakhir menyampaikan paparan berjudul “Tips dan Trik Internet Sehat”.

Ia mengatakan, internet safety merupakan konsep penggunaan internet secara bijak sesuai etika dan norma yang berlaku, sehingga tidak membahayakan keamanan diri sendiri, keluarga, maupun orang lain.

Misalnya dalam menjaga keamanan data diri, pemahaman ketentuan privasi, dan saat bertransaksi digital.

“Termasuk bagi orang tua yang juga harus diberi pemahaman berinternet sehat, khususnya dari ancaman penyebaran hoaks,” tutur dia.

Setelah pemaparan seluruh materi, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu Shinta Pramucitra. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan.

Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah seorang peserta, Andita Marsya, bertanya tentang maraknya remaja yang aktif di media sosial dan bagaimana kiat untuk memberi pemahaman keamanan internet pada mereka.

Menanggapi hal tersebut, Beyon Destianto bilang, orang tua berperan penting dalam memberi pemahaman dan mengawasi anak, salah satunya dengan memanfaatkan aplikasi Youtube Kids.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Jusrianto
Jusrianto Kamis, 11 November 2021 15:01
Komentar