Logo Header

Bijak Bermedia Sosial, Nyaman di Dunia Digital

Jusrianto
Jusrianto Rabu, 10 November 2021 18:32
Webinar Indonesia #makincakapdigital 'Candu Medsos, Hati-hati Stres Gara-gara Media Sosial'.
Webinar Indonesia #makincakapdigital 'Candu Medsos, Hati-hati Stres Gara-gara Media Sosial'.

TEBARAN.COM, PANGKEP – Sebanyak 791 peserta di Pangkep, Sulawesi Selatan mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 10 November 2021.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Candu Medsos, Hati-hati Stres Gara-gara Media Sosial”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Fasilitator Gapura Digital by Google, Zulkarnaim Masyur; Penyiar Radio dan Duta Bahasa Provinsi Gorontalo, Elia Nusantari Damopolli; Pendiri Language Learning Center Tentena (English Course), Adisthia Nathalini Sigilipu; serta Dosen dan Peneliti Binus University, Sari Ramadanty.

Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Frizt Wongkar selaku spesialis komunikasi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

Beralih ke sesi pemaparan, pemateri pertama yaitu Zulkarnaim, membawakan materi kecakapan digital bertema “Informasi, Identitas dan Jejak Digital dalam Media Sosial”.

Menurut dia, jejak digital penting untuk dikelola agar mencerminkan citra diri positif dan terhindar dari bahaya pencurian identitas, buruknya reputasi personal, pencemaran nama baik, maupun peretasan akses data pribadi.

“Jejak digital memang bias antara batas privasi dan pribadi. Namun yang pasti, jejak digital bisa jadi lebih representatif dari CV,” ujarnya.

Berikutnya, Elia menyampaikan materi etika digital berjudul “Bebas namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial”.

Ia mengatakan, kebebasan berpendapat penting dipahami baik oleh penyampai maupun penerima pendapat agar tak merugikan orang lain atau terjerat hukum.

“Jaga etika di media sosial dengan mengikuti akun-akun yang positif, bijak mengunggah konten yang baik, menjauhi akun-akun negatif, serta berhenti menggali hal-hal yang tidak penting,” tegasnya.

Sebagai pemateri ketiga, Adisthia membawakan tema budaya digital tentang “Media Sosial: Sarana Meningkatkan Demokrasi dan Toleransi”.

Menurut dia, kebebasan dan tanggung jawab dalam bermedia sosial harus seimbang. Karenanya, bagikanlah konten-konten positif yang inspiratif, edukatif, informatif, dan menghibur. Bangun pula toleransi di media sosial sejak dari lingkup keluarga dan sekolah.

“Media sosial bisa berperan dalam meningkatkan toleransi karena dapat dipenuhi oleh konten positif, teladan dari pemengaruh, dan narasi tandingan terhadap unggahan intoleran,” paparnya.

Adapun Sari, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Fitur Keamanan pada Aplikasi Media Sosial”.

Ia mengatakan, agar aman bermedia sosial, perhatikanlah manajemen kata sandi, penyaringan pertemanan, hindari pilihan masuk aplikasi lewat media sosial, mewaspadai tautan mencurigakan, serta membaca syarat dan ketentuan saat mengunduh aplikasi.

“Manfaatkan berbagai fitur keamanan media sosial untuk melindungi akun kita dari ancaman kejahatan siber,” pesannya

Setelah sesi pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Dalam kesempatan tersebut, para peserta dipersilahkan mengajukan pertanyaan kepada narasumber.

Sebagai apresiasi, panitia menyediakan hadiah berupa uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya beruntung.

Salah satu pertanyaan menarik peserta di antaranya tentang bagaimana menanggapi warganet yang tak beretika di media sosial.

Narasumber menjelaskan bahwa kecakapan digital penting untuk terus ditingkatkan agar dapat melawan konten negatif dengan terus mengunggah konten yang baik dunia maya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Jusrianto
Jusrianto Rabu, 10 November 2021 18:32
Komentar