PSBM Dorong Bela Negara Berbasis Ekonomi dan Kearifan Lokal
JAKARTA-– Koordinator Keamanan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM), Kol. Adm Amiruddin Laupe, menegaskan bahwa perhelatan PSBM tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan penguatan jejaring bisnis, tetapi juga memiliki dimensi strategis dalam konteks bela negara.
Menurut Amiruddin, tujuan pertemuan saudagar Bugis Makassar jika ditinjau dari perspektif bela negara mencakup beberapa hal penting. Di antaranya adalah membangun kemandirian ekonomi nasional, memperkuat nasionalisme dan persatuan, membangun sinergi dengan pemerintah, serta meningkatkan kemampuan awal bela negara di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa konsep bela negara di era modern tidak lagi terbatas pada kekuatan fisik atau angkat senjata, melainkan juga mencakup aspek non-fisik. Salah satunya adalah upaya melestarikan dan memajukan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.
“Kearifan lokal merupakan benteng utama dalam menjaga jati diri bangsa. Melalui pelestarian budaya, kita tidak hanya mempertahankan warisan leluhur, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Kasubdit Lingja Pusat Bela Negara Bacadnas Kementerian Pertahanan ini.
Lebih lanjut, Amiruddin menyebutkan bahwa wujud bela negara melalui kearifan lokal dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti melestarikan budaya sebagai identitas bangsa, memperkuat ketahanan sosial ekonomi, serta menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda melalui pendidikan.
Ia juga menekankan pentingnya implementasi nyata bela negara berbasis kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan menggunakan produk lokal seperti sutera dan tenun, kecapi bugis, songkok recca, mempelajari serta mengembangkan seni tari dan musik tradisional, menghidupkan kembali budaya gotong royong dan ronda malam, melestarikan bahasa daerah, hingga mengembangkan usaha UMKM berbasis kerajinan khas daerah.
Menurut Sekjen Kebugis ini, upaya memajukan kearifan lokal secara langsung berkontribusi dalam memperkokoh pertahanan negara, terutama dari ancaman non-militer seperti krisis identitas dan degradasi budaya.
“Secara keseluruhan, PSBM menjadi wadah untuk menyatukan potensi ekonomi lokal sekaligus mendorong kemajuan kearifan lokal. Ini penting dalam memperkuat kedaulatan dan ketahanan negara,” pungkasnya. (*)
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
