Logo Header

Menghindari Scam dengan Literasi Digital

Jusrianto
Jusrianto Senin, 08 November 2021 14:43
Indonesia #makincakapdigital 'Bersama Menolong Sesama di Era Digital'.
Indonesia #makincakapdigital 'Bersama Menolong Sesama di Era Digital'.

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Si berkreasi bersama Dyandra Promosindo, kembali dilaksanakan secara virtual pada 8 November 2021 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan dengan tema “Bersama Menolong Sesama di Era Digital” ini diikuti oleh 545 peserta dari berbagai kalangan.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar ini, yaitu Rahmat Hidayat selaku Co-Founder The Floating School, Mustaghfiroh Rahayu selaku dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM, Febri Nurtanio selaku Cyber Polda Sulawesi Selatan, serta Ismy Amaliah selaku penyanyi sekaligus pemengaruh (influencer).

Diskusi tersebut dimoderatori oleh Richard Lioe. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

Memasuki sesi pemaparan, materi pertama dibawakan oleh Rahmat Hidayat dengan presentasi bertajuk “Positif, Kreatif, dan Aman di Internet”.

Rahmat mengatakan, pada tahun 2019, setidaknya terdapat 431.065 aduan mengenai konten negatif dengan rincian: 244.738 aduan konten pornografi, 57.984 konten fitnah, 53.455 konten meresahkan, 19.970 konten perjudian, 18.845 konten penipuan, dan 15.361 konten hoaks.

“Jika menemukan konten negatif di Internet, laporkan melalui situs aduankonten.id atau kirim pesan ke nomor WhatsApp 081-1922-4545. Kerahasiaan pelapor dijamin, sehingga masyarakat tidak perlu takut untuk melapor,” ujar Rahmat.

Sesi pemaparan dilanjutkan oleh Ismy Amaliah yang membahas mengenai “Bagaimana Berinteraksi dan Berkolaborasi di Ruang Digital?”.

Ismy mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi yang kian pesat menyebabkan perubahan gaya interaksi serta kolaborasi masyarakat.

Terlebih, pandemi mengakibatkan terbatasnya interaksi di dunia nyata, sehingga segala sesuatunya mulai beralih ke dunia digital.

“Meski begitu, kita perlu menerapkan sopan santun di dunia digital karena meski tidak bertatap muka, namun kita perlu membuat audiens merasa nyaman dalam forum atau interaksi tersebut,” ujar Ismy.

Pemateri ketiga, Mustaghfiroh Rahayu, menyampaikan paparan bertema “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif menjadi Lebih Produktif”.

Ia menjelaskan bahwa lokapasar adalah situs yang menawarkan produk dan layanan dari banyak penjual yang dapat dibeli oleh klien/pembeli. Pada dasarnya, konsep lokapasar mirip dengan pasar tradisional.

Hanya saja, bentuknya yang digital membawa kemudahan tersendiri bagi pelanggannya sehingga cepat digemari. Meski begitu, kemudahan tersebut dapat mengantar pada perilaku konsumtif apabila tidak disertai dengan sikap waspada.

“Untuk menghindarinya, kurangi penggunaan kartu kredit karena terkadang kita tidak mengetahui besar jumlah pengeluarannya,” tuturnya.

Febri Nurtanio menutup sesi pemaparan dengan materi berjudul “Jenis-jenis Penipuan di Internet dan Cara Menghindarinya”.

Ia menuturkan, salah satu bentuk kejahatan di internet adalah scam, yaitu segala bentuk tindakan dari pelaku/kelompok pelaku yang bertujuan mendapatkan uang dari korban dengan cara menipu.

Dalam praktiknya, scam memerlukan komunikasi antara pelaku dengan korban, baik lewat pesan singkat, telepon, maupun media komunikasi lainnya.

“Jika seseorang yang tidak dikenal menginstruksikan agar Anda tidak bertransaksi menggunakan aplikasi resmi, besar kemungkinan itu adalah scam,” ujarnya.

Acara berikutnya adalah sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Sesi ini disambut dengan beragam pertanyaan dari para peserta. Dalam webinar di Makassar tersebut, panitia membagikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah seorang peserta bertanya tentang bagaimana membuat skala prioritas kebutuhan untuk menghindari perilaku konsumtif. Menanggapi hal tersebut, Mustaghfiroh mengatakan bahwa hal itu terkait skala prioritas kita dalam hidup.

Jika seseorang memprioritaskan pendidikan, maka ia akan banyak pengeluaran di bidang tersebut mulai dari buku, uang sekolah, dan lain- lain.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Jusrianto
Jusrianto Senin, 08 November 2021 14:43
Komentar