Tebaran.com

Geopolitik Memanas, Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Nasional Tetap Stabil

TEBARAN.COM,JAKARTA —PT Pupuk Indonesia (Persero) mengambil langkah strategis dengan memperluas sumber bahan baku guna menjamin keberlanjutan produksi dan distribusi pupuk nasional di tengah meningkatnya tensi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, menegaskan bahwa dinamika konflik internasional tidak memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan pupuk di dalam negeri. Hal ini ditopang oleh kapasitas produksi yang memadai serta sistem rantai pasok yang telah diperkuat melalui diversifikasi sumber.

Menurutnya, perusahaan tetap berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pupuk bagi sektor pertanian nasional.

“Komitmen kami adalah memastikan pupuk tetap tersedia dan terjangkau bagi petani. Di tengah kondisi global yang tidak menentu, kami pastikan pasokan dalam negeri tetap aman sehingga aktivitas pertanian tidak terganggu,” ujar Yehezkiel kepada wartawan Minggu (22/3/2026).

Saat ini, total kapasitas produksi Pupuk Indonesia Grup mencapai sekitar 14,8 juta ton per tahun untuk berbagai jenis pupuk. Khusus untuk urea, produksi nasional dinilai mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan domestik.

Kemandirian produksi urea juga ditopang oleh ketersediaan bahan baku gas bumi dari dalam negeri, yang distribusi dan harganya diatur pemerintah.

Dengan kondisi tersebut, eskalasi konflik di jalur strategis seperti Selat Hormuz tidak berpengaruh langsung terhadap pasokan urea nasional.

Yehezkiel menambahkan, Pupuk Indonesia merupakan salah satu produsen urea terbesar di kawasan Asia Pasifik hingga Afrika Utara, sehingga memiliki kapasitas kuat untuk menjaga stabilitas pasokan dalam negeri.

Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat ketahanan pasokan dengan mendiversifikasi sumber impor bahan baku utama seperti fosfat dan kalium yang tidak tersedia secara alami di Indonesia.

Untuk fosfat, pasokan diperoleh dari negara-negara Afrika Utara seperti Maroko, Tunisia, dan Aljazair. Sementara kalium dipasok dari Kanada dan Laos, yang relatif aman dari dampak konflik Timur Tengah.

Untuk bahan baku sulfur, yang sebagian berasal dari kawasan Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait, perusahaan telah menyiapkan alternatif pasokan dari negara lain seperti Kanada dan Kazakhstan. Selain itu, sebagian kebutuhan asam sulfat juga dapat dipenuhi dari sumber domestik.

Langkah penguatan juga dilakukan melalui pengelolaan stok bahan baku secara optimal, termasuk menjaga ketersediaan fosfat, kalium, sulfur, dan asam sulfat pada level yang aman untuk mendukung proses produksi.

Upaya ini sekaligus menjadi strategi mitigasi terhadap potensi lonjakan biaya logistik akibat kenaikan harga energi global.

Dalam jangka panjang, Pupuk Indonesia juga menjalankan program transformasi industri melalui pembangunan pabrik baru dan revitalisasi tujuh fasilitas produksi dalam lima tahun ke depan. Program ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025, yang bertujuan meningkatkan efisiensi energi dan optimalisasi penggunaan bahan baku.

Dengan kombinasi kapasitas produksi yang kuat, diversifikasi sumber bahan baku, serta manajemen stok yang terjaga, perusahaan optimistis pasokan pupuk nasional tetap stabil.

“Prioritas utama kami adalah memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri terpenuhi secara optimal,” kata Yehezkiel. (*)

Exit mobile version