Logo Header

Kemenkes Terus Evaluasi Tarif Tes PCR, Klaim Menutup Jalan Kepentingan Bisnis

Jusrianto
Jusrianto Senin, 08 November 2021 09:38
Tes PCR. (INT)
Tes PCR. (INT)

TEBARAN.COM, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bakal terus melakukan evaluasi tarif PCR. Hal itu diklaim untuk menutup jalan kepentingan bisnis.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

“Kami secara berkala bersama BPKP melakukan evaluasi terhadap tarif pemeriksaan, menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” tegas Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi dari laman resmi Kemenkes.

“Proses evaluasi merupakan standar yang kami lakukan dalam penentuan harga suatu produk maupun layanan, untuk menjamin kepastian harga bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia menjelaskan, penentuan tarif PCR tersebut tidak hanya dilakukan oleh pihak Kemenkes sendiri melainkan dilakukan dengan pihak BPKP.

“Saya tegaskan sekali lagi, dalam menentukan harga RT-PCR, Kementerian Kesehatan (Dirjen Yankes) tidak berdiri sendiri, namun dilakukan bersama dengan BPKP. Proses evaluasi harga ini tentunya dilakukan untuk menutup masuknya kepentingan bisnis dan menjamin kepastian harga bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam menentukan tarif tertinggi tes PCR ini dibutuhkan evaluasi dari berbagai komponen tes PCR. Komponen itu seperti jasa pelayanan/SDM, komponen reagen dan bahan habis pakai (BHP), biaya administrasi, Overhead, dan komponen biaya lainnya yang disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Namun, dari beberapa komponen tersebut dr Nadia mengatakan reagen-lah yang memiliki harga paling besar dalam pemeriksaan tes PCR.

“Reagen merupakan komponen harga paling besar dalam pemeriksaan swab RT-PCR, mencapai 45-55%,” katanya.

Di awal pandemi, terdapat kurang dari 30 produsen reagen swab RT-PCR yang ada di Indonesia. Tetapi, kini sudah terdapat lebih dari 200 jenis reagen swab RT-PCR yang masuk ke Indonesia dan mendapatkan izin edar dari Kemenkes, tentunya dengan harga yang bervariasi.

Dengan begitu, tambah dr Nadia, sudah terjadi persaingan variasi dan harga untuk komponen reagen swab RT-PCR yang berlaku di Indonesia.

Jusrianto
Jusrianto Senin, 08 November 2021 09:38
Komentar