TEBARAN.COM,MAKASSAR — Di tengah keterbatasan yang ia miliki, Hasnah Binti Mane (56), warga Jalan Borong Raya II Dalam, RT 04/RW 02, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, tetap berjuang menjalani hidup seorang diri sambil melawan penyakit yang dideritanya.
Perempuan yang akrab disapa Sana itu merupakan seorang tunanetra sejak lahir. Selama ini ia hidup bersama suaminya, Daeng Laho, yang juga merupakan penyandang tunanetra.
Namun kini keduanya harus berpisah setelah sang suami mengalami sakit stroke dan dibawa pulang oleh keluarganya ke kampung halaman.
Sejak saat itu, Hasnah harus menjalani kehidupan sendiri. Saat ini ia hanya dirawat dan dibantu oleh keluarga tetangganya di sekitar tempat tinggalnya.
Dalam kondisi fisik yang semakin melemah, Hasnah tetap berusaha mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup sekaligus biaya pengobatan penyakit yang diduga berkaitan dengan ginjal yang ia derita.
Untuk bertahan hidup, Hasnah menerima jasa membantu tetangganya membuat kue. Dari pekerjaan sederhana tersebut, ia biasanya menerima upah sekitar Rp20 ribu per orang, bahkan terkadang hanya Rp10 ribu. Namun tidak setiap hari ada warga yang memanggilnya untuk bekerja.
“Saya hanya kerja bantu-bantu buat kue tetangga. Kadang ada yang kasih Rp20 ribu, kadang Rp10 ribu. Uang itu saya kumpulkan untuk biaya hidup dan berobat. Ada juga orang yang membantu dengan memberi beras untuk makan,” ujar Hasnah saat ditemui, Minggu (15/03/2026).
Kondisi kehidupannya semakin berat sejak sang suami sakit. Dahulu, suaminya membantu memenuhi kebutuhan mereka dengan bekerja sebagai tukang pijat serta berjualan kue. Kini Hasnah harus menghadapi semuanya seorang diri.
Saat ini, kondisi kesehatannya juga semakin menurun. Kakinya mengalami pembengkakan hingga membuatnya sulit berjalan.
Meski hidup dalam keterbatasan, Hasnah mengaku hingga kini belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah.
Ia hanya memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun belum merasakan bantuan lain seperti Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
“Saya tidak pernah dapat bantuan. Saya tidak bohong. Waktu saya sakit sampai dirawat di rumah sakit pun tidak ada bantuan,” ungkapnya.
Di tengah kondisi tersebut, Hasnah berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun para dermawan yang tergerak untuk membantu meringankan beban hidup serta biaya pengobatannya.
“Semoga Allah SWT menggerakkan hati orang-orang dermawan atau pemerintah untuk membantu saya yang sekarang hidup sendiri ini,” ucapnya penuh harap.
Bagi para dermawan atau masyarakat yang ingin membantu Hasnah Binti Mane, dapat menghubungi nomor kontak berikut: 0815-2797-2491. Bantuan sekecil apa pun diharapkan dapat meringankan beban hidup yang tengah ia jalani.
