Gubernur Sulsel Tiadakan Open House di Hari Raya, Ini Alasannya
TEBARAN.COM,MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, memutuskan tidak menggelar open house pada satu hingga dua hari pertama setelah Hari Raya Idulfitri. Ia ingin masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), memanfaatkan momen Lebaran untuk berkumpul bersama keluarga.
“Silakan memanfaatkan kesempatan dengan keluarga. Saya tidak open house untuk 1–2 hari Lebaran, tidak ada. Silakan bersama keluarga, nikmati dulu,” ujar Andi Sudirman kepada Wartawan usai penandatanganan nota kesepahaman penyediaan dan pemanfaatan data statistik pembangunan daerah bersama Badan Pusat Statistik di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurutnya, agenda open house baru akan dipertimbangkan setelah para ASN kembali ke Makassar dan selesai menikmati waktu bersama keluarga di kampung halaman.
“Nanti setelah balik baru kita laksanakan mungkin sedikit pertemuan ketika sudah kembali lagi. Itu pun masih kita rumuskan,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan pelayanan publik selama masa libur Lebaran tetap harus berjalan. Instansi pemerintah diminta mengatur sistem kerja secara bergiliran agar layanan kepada masyarakat tidak terhenti.
“Yang pelayanan publik tetap bagaimana bisa melayani di tempat tetap berjalan, tetapi mungkin diatur shift-nya. Tapi yang pulang, saya minta nikmati bagaimana bersama keluarga, quality time dengan keluarga,” katanya.
Selain itu, Andi Sudirman juga menyampaikan pesan kepada masyarakat yang mulai melakukan perjalanan mudik menjelang Lebaran. Ia mengingatkan agar keselamatan menjadi prioritas utama selama perjalanan.
“Yang pasti pertama adalah menjaga keselamatan paling penting. Mudik itu sesuatu yang menjadi keniscayaan bagi semua orang karena semua punya keluarga. Tapi kami minta bagaimana menjaga keselamatannya, termasuk kesehatan dan mitigasi risiko di perjalanan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan pemerintah akan menyiapkan program khusus pada 16 Maret bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan perjalanan mudik, terutama bagi mereka yang berisiko jika harus menempuh perjalanan jauh menggunakan kendaraan pribadi.
Kalau memang takut membawa keluarga atau kendaraan sendiri, bisa bergabung di program kami. Ini untuk mereka yang betul-betul membutuhkan dan berisiko jika harus perjalanan jauh,” pungkasnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
