Logo Header

BMKG Prediksi Cuaca Mudik Lebaran 2026 di Sulsel, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Intensitas Ringan-Sedang

Nuri
Nuri Sabtu, 14 Maret 2026 06:29
BMKG Prediksi Cuaca Mudik Lebaran 2026 di Sulsel, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Intensitas Ringan-Sedang

TEBARAN.COM,MAKASSAR — Mudik Lebaran selalu identik dengan perjalanan panjang dan mobilitas masyarakat yang meningkat. Karena itu, informasi cuaca menjadi faktor penting untuk memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memprediksi sebagian besar wilayah di Sulawesi Selatan berpotensi mengalami hujan selama periode mudik Lebaran 2026 dengan intensitas ringan hingga sedang.
Informasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers terkait prediksi musim kemarau 2026 sekaligus prakiraan cuaca selama arus mudik Lebaran di Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MKG) Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menjelaskan pihaknya telah melakukan analisis prakiraan cuaca selama masa operasional posko mudik Lebaran.
“Hari ini kami Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar memprediksi potensi cuaca yang terjadi pada saat posko Lebaran periode 13 sampai dengan 30 Maret 2026, serta prakiraan cuaca pada saat sholat Idul Fitri baik tanggal 20 maupun 21 Maret 2026,” ujar Nasrol, Jumat, 13 Maret 2026.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan diperkirakan mengalami hujan selama periode tersebut.
Wilayah Pinrang hingga Makassar diprediksi berpotensi diguyur hujan. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di wilayah Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, hingga Kepulauan Selayar.
Selain itu, wilayah Enrekang dan Sidenreng Rappang diperkirakan mengalami hujan. Sementara Soppeng, Wajo, dan Bone diprediksi berawan, sedangkan Sinjai berpotensi hujan.
Di wilayah utara Sulawesi Selatan seperti Toraja Utara, Tana Toraja, Palopo, Luwu, Luwu Utara hingga Luwu Timur juga diprediksi mengalami hujan selama periode mudik Lebaran.
Untuk kondisi cuaca pada hari Idul Fitri, BMKG memprediksi variasi cuaca di sejumlah wilayah. Daerah yang berpotensi hujan dengan intensitas ringan.
Adapun Pinrang diperkirakan berawan, sedangkan Parepare, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, serta Makassar berpotensi mengalami hujan.
Kondisi hujan juga diperkirakan terjadi di wilayah Gowa, Takalar dan Kepulauan Selayar. Sementara wilayah Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba diperkirakan berawan.
Adapun wilayah Enrekang, Sidenreng Rappang, Soppeng, Wajo, dan Bone juga diprediksi berawan, sedangkan Sinjai berpotensi hujan.
Di wilayah Toraja Utara, Tana Toraja, Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur diperkirakan berawan, sementara wilayah Luwu berpotensi hujan.
Nasrol berharap masyarakat dapat memperhatikan informasi prakiraan cuaca selama masa mudik agar perjalanan tetap aman.
“Kami sangat mengharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman dengan tetap memperhatikan informasi cuaca,” ujarnya.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Hasanuddin, Kukuh Ribudiyanto, menyampaikan bahwa BMKG juga melakukan pemantauan khusus terhadap aktivitas penerbangan selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
“Kami akan terus memantau seluruh bandara yang ada di Sulawesi Selatan. Terdapat tujuh bandara yang dipantau terkait penerbangan mudik dan arus balik,” kata Kukuh.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Makassar, Sukma Tri Yuliasari, menyebut pihaknya turut melakukan pemantauan kondisi perairan di wilayah Makassar dan sekitarnya.
“Kami memantau kondisi maritim di perairan Makassar hingga sejumlah perairan lain, termasuk perkiraan gelombang serta angin timur dan barat,” ujarnya.
Menurut Sukma, kondisi angin diperkirakan berada pada kategori sedang hingga rendah dengan potensi tinggi gelombang sekitar 1 hingga 2 meter di perairan Makassar.
Selain itu, Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Ayi Sudrajat, menjelaskan bahwa prediksi musim kemarau didasarkan pada analisis musim hujan serta dinamika atmosfer dan laut.
BMKG berharap informasi ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat dalam mengantisipasi potensi dampak cuaca selama periode mudik

Nuri
Nuri Sabtu, 14 Maret 2026 06:29
Komentar