TEBARAN.COM,KUALA LUMPUR – Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) akan memperketat aturan dan regulasi bagi pemain yang ingin meninggalkan badan nasional di masa mendatang.
Ketua komite kinerja BAM, Datuk Seri Lee Chong Wei, menjelaskan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk mencegah pemain meninggalkan tim nasional sesuka hati.
Menurut Chong Wei, usulan tersebut telah disampaikan kepada presiden, Tengku Datuk Seri Zafrul Abd Aziz, dan akan difinalisasi pada rapat Dewan berikutnya.
Chong Wei menambahkan bahwa meskipun aturan-aturan ini sudah termasuk dalam kontrak pemain, beberapa ketentuan dan peraturan masih perlu disempurnakan.
Ia menekankan bahwa tidak adil bagi pemain mana pun untuk bertindak seperti ini setelah Badan bulu tangkis nasional berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan mereka dengan harapan mereka akan menjadi aset kunci bagi negara di masa depan.
“Kami ingin mencoba mencegah hal ini terjadi. Misalnya, jika seorang pemain bergabung dengan BAM pada usia 13 tahun dan sekarang berusia 20 hingga 22 tahun dan telah dikenal luas, BAM telah banyak berinvestasi dalam karier mereka. Jika mereka merasa sudah memiliki nama besar sekarang, mereka mungkin ingin meninggalkan tim nasional,” kata Chong Wei.
Jika seorang pemain merasa ada sesuatu yang kurang di tim nasional, presiden akan mendengarkan permintaan mereka dan mencoba memberikan dukungan terbaik. Dari pengamatan saya sendiri, fasilitas telah meningkat secara signifikan sejak saya meninggalkan tim nasional sebelumnya.”
“Pemain tidak bisa meninggalkan timnas sesuka hati, ada prosedurnya. Kami akan mengumumkan aturan dan regulasinya pada waktunya.”
Namun, Chong Wei tidak menjelaskan secara rinci konsekuensinya, tetapi kemungkinan berupa hukuman atau sanksi.
Pada saat yang sama, Chong Wei juga menekankan bahwa fasilitas yang saat ini tersedia di Akademi Bulu Tangkis Malaysia di Bukit Kiara berkelas dunia, mulai dari keahlian dan staf pendukung hingga bantuan ilmu olahraga.
Oleh karena itu, ia mengatakan para pemain harus memanfaatkan waktu mereka di tim nasional sebaik mungkin untuk mencapai level terbaik mereka.
Orang luar sering mengatakan badan Nasional tidak bagus dan ada banyak masalah. Tetapi ketika saya terjun ke manajemen, saya melihat bahwa para pemain diberikan fasilitas yang sangat baik. Saya dapat mengatakan mereka berkelas dunia.”
“Meskipun penampilan mereka belum mencapai level kelas dunia, setidaknya dari pihak kami telah memberikan dukungan terbaik. Terkadang saya bahkan bertanya-tanya apa lagi yang bisa kami berikan untuk membantu mereka mencapai level tertinggi,” tambahnya.
