TEBARAN.COM,BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/3/2026) malam
Agenda utama yang dibahas dalam pertemuan strategis tersebut mencakup evaluasi program swasembada nasional serta kesiapan pemerintah menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Salah seorang menteri yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Kehadiran Mentan Amran berkaitan dengan pembahasan program swasembada pangan yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pertemuan yang berlangsung hingga larut malam itu menjadi ajang koordinasi intensif untuk memastikan program prioritas pemerintah berjalan sesuai target, sekaligus menjamin stabilitas kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.
“Presiden menerima beberapa menteri untuk membahas langkah-langkah strategis nasional. Ada dua fokus utama: pertama mengevaluasi progres swasembada pangan dan energi, kedua memastikan kesiapasn jelang Idulfitri, terutama soal ketersediaan bahan pangan dan pasokan LPG,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).
Dalam pertemuan tertutup tersebut, Presiden Prabowo disebut menekankan pentingnya akselerasi program swasembada sebagai fondasi ketahanan nasional.
Pemerintah saat ini tengah menggenjot produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor, baik di sektor pangan maupun energi.
“Swasembada menjadi prioritas mutlak. Progresnya dievaluasi secara berkala, termasuk kesiapan infrastruktur pendukung dan realisasi di lapangan,” jelas Teddy.
Di sisi lain, menjelang Idulfitri yang diprediksi memicu lonjakan konsumsi masyarakat, pemerintah ingin memastikan distribusi bahan pokok dan energi berjalan lancar. Stok beras, minyak goreng, gula, serta LPG 3 kilogram menjadi perhatian khusus mengingat tren kenaikan permintaan yang signifikan setiap tahunnya.
Pertemuan yang berlangsung di suasana hangat khas pedalaman Bogor itu dihadiri oleh para pengambil kebijakan utama. Hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Tidak ketinggalan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut mendampingi diskusi.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian ESDM memastikan bahwa stok pangan dan energi saat ini dalam kondisi aman.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa cadangan beras pemerintah cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan, sementara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin pasokan BBM dan LPG tetap terkendali meski permintaan melonjak. (*)
