Logo Header

Sosialisikan Perda KTR, Syamsuddin Raga: Boleh Merokok, Jangan di Tempat Terlarang

Jusrianto
Jusrianto Rabu, 20 Oktober 2021 21:30
Syamsuddin Raga saat menggelar Sosper KTR.
Syamsuddin Raga saat menggelar Sosper KTR.

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Anggota DPRD Makassar Syamsuddin Raga menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) No. 4 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Hotel Grand Town, Rabu (20/10/2021).

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Hadir sebagai narasumber Plt Kepala Dinas Kesehatan Makassar dr Nur Saidah dan Sri Wahyuni.

Dalam sambutannya, Syamsuddin Raga mengatakan, alasannya membawakam Perda Kawasan Tanpa Rokok karena merokok bukan hal yang asing.

“Kami melihat di Makassar belum diaati ini perda beda DKI, Bali, Jabar dan Jatim sudah diterapkan. Kalau di Makassar ini tidak diindahkan. Karena dilihat dari sikap dan tingkah laku para warga. Makassar ini susah untuk diberikan pemahaman,” ungkapnya.

Politisi Perindo itu mengatakan, Suku Bugis dan Makassar meliliki karakter yang tegas. Pemerintah belum terlalu menindaki, karena di satu sisi sarana dan pra sarana belum dilengkapi oleh pemerintah sendiri.

“Kalau kita berkunjung ke DKI ada disiapkan tempat merokok. Membuang saja puntung rokok bisa didenda. Kenapa Makassar tidak diterapkan karena fasilitas belum ada, kecuali di Mal dan kantor saja,” benernya.

“Saya perokok berat, tapi kami selalu taat di area larangan. Boleh merokok jangan di tempat yang terlarang,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Kadinkes Makassar dr Nur Saidah mengatakan, jika dilihat dari regulasinya, Perda Kawasan Tanpa Rokok ini telah disahkan sejak 2013 lalu, namun hingga kini penegakannya belum maksimal dilaksanakan.

Hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi ke tengah masyarakat.

“Insya Allah, kita akan coba perbaiki petunjuk teknisnya berupa Perwali agar ke depan penegakan Perda ini bisa maksimal,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Sri Wahyuni selaku narasumber kedua mengatakan, bahaya merokok utamanya kalangan remaja.

Menurutnya, kecanduan merokok diawali karena ikut-ikutan dan ingin bergaya hingga tergantungan akan rokok karena disetiap batangnya mengandung zat Adiktik yang mempengaruhi susunan urat saraf.

“setiap rokok mengandung 4000 zat kimia, mulai yang dihisap sampai batang terakhirnya semuanya mengaudng racun,” terangnya.

Jusrianto
Jusrianto Rabu, 20 Oktober 2021 21:30
Komentar