Logo Header

Legislator Makassar Yeni Rahman Sosialisasikan Perda Pengelolaan Air Limbah Domestik

Jusrianto
Jusrianto Sabtu, 16 Oktober 2021 14:55
Yeni Rahman saat menggelar Sosialisasi Perda Pengelolaan Air Limbah Domestik.
Yeni Rahman saat menggelar Sosialisasi Perda Pengelolaan Air Limbah Domestik.

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Anggota DPRD Makassar Yeni Rahman menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) No. 1 tahun 2016 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik di Hotel Golden Tulip, Sabtu (16/10/2021).

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Hadir sebagai narasumber dalam Sosialisasi Perda itu, Akademisi Zaraswati Dwiyana dan Plt Kepala Dinas Sosial Rusmayani Madjid.

Dalam sambutannya Yeni Rahman mengatakan, Perda ini sangat menarik untuk dibahas. Mengingat air limbah ini tidak asing lagi dan sering dilihat di jalan.

“Kenapa saya ambil Perda ini, karena tidak bisa kita pungkiri limbah menjadi persoalan kita bersama di masyarakat,” ungkapnya.

Politisi PKS itu mengatakan, pemerintah menghadirkan Perda ini sebagai bentuk tanggung jawab untuk bagaimana mengelolah limbah domestik dengan baik.

“Jika limbah dikelola dengan baik maka akan berdampak baik. Sehingga limbah rumah tangga dan dswasta jika dikelola dengan baik, maka akan menghasilkan hal yang baik pula,” jelasnya.

Menurutnya, Perda tersebut bertujuan untuk memberikan arah, landasan, dan kepastian hukum kepada semua pihak dalam pelaksanaan perlindungan sumber daya air dan lingkungan. Serta pengelolaan air limbah domestik.

Sementara itu, Zaraswati Dwiyana selaku narasumber mengatakan, air limbah domestik adalah limbah cair hasil buangan dari perumahan, bangunan perdagangan, perkantoran.

“Air Limbah domestik meliputi mandi, cuci, kakus yang beraaal dari permukiman atau sumber lainnya seperti rumah makan, perkantoran,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, masyarakat baiknya tidak terlalu bergantung ke pemerintah dan bagaimana bisa menghasilkan solusi yang baik dalam pengelolaan air limbah domestik.

“Jangan terlalu berharap ke pemerintah. Tapi kesadaran diri untuk tidak membuang limbah. Intinya sadar diri. Buang sampah rumah tangga ke tempat yang telah disediakan sebelum pengangkut sampah datang,” jelasnya.

“Kita harus sadar bahwa kebersihan bagian dari iman. Sadar bahwa kita bagian dari masyarakat yang punya hak untuk bisa menjaga lingkungan kita. Kita membutuhkan lingkungan yang bersih aman dan nyaman,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Plt Kadinsos Makassar Rusmayani Madjid selaku narasumber kedua mengatakan, pemerintah mengeluarkan Perda Air Limbah DomestikK mengingat kondisi di Makassar masih banyak belum punya tempat pembuangan limbah.

“Masih banyak yang buang limbah di saluran air. Nah ini kan jadi masalah. Karena pinggiran pemukiman masih banyak yang belum punya jamban, ini yang perlu dihadirkan solusi,” jelasnya.

Pemerintah sekarang fokus menjadikan air limbah domestik sekarang memfokuskan untuk bagaimana menjadikan air pembuangan bisa digunakan kembali seperti dipakai cuci mobil.

“Bahkan di Eropa itu air limbah pembuangan diolah kembali dan akhirnya bisa diminum,” jelasnya.

Jusrianto
Jusrianto Sabtu, 16 Oktober 2021 14:55
Komentar