Jusuf Kalla Konfirmasi Hadir di PSBM XXVI, Forum Saudagar Bugis Makassar Siap Digelar
TEBARAN.COM,JAKARTA —Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla siap hadiri kegiatan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI yang akan digelar bersamaan dengan agenda Halal Bi Halal.
Pertemuan Saudagar Bugis Makassar digagas Jusuf Kalla muda sejak tahun 1990-an.
Ide PSBM lahir dari JK bersama Aksa Mahmud, dan Alwi Hamu sekitar awal 1990-an untuk mempertemukan perantau sukses asal Sulawesi Selatan.
PSBM berfungsi sebagai wadah silaturahmi, jejaring bisnis, dan pendorong semangat kewirausahaan, dengan Jusuf Kalla sebagai mentor utamanya
Jika tidak ada aral melintang, PSBM 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25–26 Maret 2026 di Hotel Claro Makassar.
Kepastian itu disampaikan setelah JK menerima kunjungan jajaran pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) bersama panitia pelaksana PSBM di kediamannya di kawasan Brawijaya, Darmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (4/3).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan dipimpin Ketua Harian BPP KKSS, A.M. Syakir, yang didampingi Sekretaris Jenderal Abdul Kadir Karding serta Wakil Ketua Umum Ibnu Munzir. Turut hadir pula sejumlah panitia pelaksana, di antaranya Sekretaris Panitia Sapri Pammulu, Wakil Ketua Panitia A. Muktadir Taiyeb, dan Wakil Bendahara Armilawaty Razak.
Pertemuan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus melaporkan perkembangan persiapan pelaksanaan PSBM XXVI. Dalam kesempatan itu, panitia juga secara langsung mengundang Jusuf Kalla untuk hadir serta memberikan sambutan pada forum saudagar tersebut.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Jusuf Kalla menyambut para tamu dengan santai disertai canda khasnya. Ia juga sempat berbagi cerita mengenai kegiatan bersama keluarga selama menjalani bulan Ramadan.
Dalam kesempatan itu, JK menyampaikan kesiapannya untuk hadir dan berbagi pengalaman dengan para pelaku usaha yang akan mengikuti forum tersebut. Ia juga mengisahkan awal mula lahirnya gagasan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar yang dahulu ia rintis bersama dua pengusaha asal Sulawesi Selatan, yakni Aksa Mahmud dan almarhum Alwi Hamu.
Menurutnya, gagasan PSBM berangkat dari keinginan untuk mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha besar dari Sulawesi Selatan. Pada masa itu, ketiga tokoh tersebut sepakat mempertemukan para saudagar, baik yang berada di daerah maupun yang merantau ke berbagai wilayah.
Ia menjelaskan bahwa forum PSBM dibangun dengan dua semangat utama. Pertama, menumbuhkan jiwa kewirausahaan agar pengusaha besar tetap berkembang, pelaku usaha menengah dapat naik kelas, dan pengusaha kecil memiliki kesempatan menjadi lebih maju. Kedua, mendorong para saudagar agar turut berkontribusi membangun daerah asalnya di Sulawesi Selatan.
Jusuf Kalla juga menekankan agar kegiatan PSBM tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Ia berharap forum tersebut mampu menjadi ruang pertemuan nyata yang menghasilkan transaksi bisnis serta kemitraan antara para pengusaha, pemerintah daerah, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia.
Yang paling penting adalah adanya transaksi dan kerja sama nyata, bukan sekadar acara seremonial,” ujarnya.
Selain membahas agenda PSBM, JK juga menyampaikan pandangannya mengenai kondisi perekonomian nasional saat ini serta peluang yang masih terbuka bagi para pelaku usaha.
Sementara itu, Ketua Harian BPP KKSS A.M. Syakir menyampaikan salam dari Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman, yang tidak dapat hadir dalam pertemuan tersebut karena sedang mengikuti prosesi pemakaman tokoh KKSS almarhum A. Rivai.
Syakir menegaskan bahwa kehadiran Jusuf Kalla sangat dinantikan dalam pelaksanaan PSBM XXVI mengingat perannya sebagai tokoh penggagas forum saudagar Bugis-Makassar.
Pada kesempatan yang sama, Sekjen BPP KKSS Abdul Kadir Karding juga menyerahkan undangan resmi sekaligus memperkenalkan logo kegiatan PSBM XXVI kepada Jusuf Kalla.
Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan PSBM tahun ini menghadirkan konsep baru berupa forum khusus business matching, yang dirancang untuk mempertemukan para pelaku usaha dalam penjajakan kerja sama dan peluang transaksi bisnis.
PSBM XXVI juga akan dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bi Halal yang mempertemukan para saudagar dengan pemerintah daerah serta unsur Kadin Sulawesi Selatan. Panitia menargetkan sekitar 2.000 peserta akan hadir dalam kegiatan tersebut.
Pelaksanaan forum ini tetap mengikuti tradisi yang telah ditetapkan para inisiator, yakni digelar sekitar lima hingga tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Momentum tersebut diharapkan dapat mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat jaringan ekonomi masyarakat Bugis-Makassar di berbagai daerah.
Pertemuan antara pengurus KKSS dan Jusuf Kalla ditutup dengan sesi foto bersama. (*)
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
