Logo Header

Dua Tahun Tertunda, Calon Jemaah Haji Jeneponto Semakin Rindu ke Baitullah

Ridwan
Ridwan Selasa, 12 Oktober 2021 21:29
Calon Jemaah Haji Kabupaten Jeneponto, Jumania Binti H Mansa (52).
Calon Jemaah Haji Kabupaten Jeneponto, Jumania Binti H Mansa (52).

TEBARAN.COM, JENEPONTO – Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kakanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid menyebut setiap penyelenggaraan haji, kloter asal Kabupaten Jeneponto yang selalu menampilkan pemandangan yang beda dibanding kloter kabupaten lain di Sulsel baik pemberangkatan maupun pemulangan.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Bahkan menurutnya, bukan hanya jemaah haji yang heboh, tapi pengantar dan penjemput jemaah hajinya juga terkenal dengan jumlahnya yang ribuan mulai keluarga sampai kadang merepotkan PPIH dan petugas keamanan di Asrama Haji Sudiang Makassar.

“Makanya, penundaan pemberangkatan haji 2 tahun berturut turut (tahun 2020 – 2021), bukan hanya semakin mempertebal ghirah jemaah haji ke Tanah Suci, tapi juga mempertebal kerinduan masyarakat Kabupaten Jeneponto ke Asrama Haji mengantar dan menjemput jemaah hajinya,” ungkap Ali Yafid saat menggelar Sosialisasi Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Tahun 2021 di Gedung Sipitangari Kota Jeneponto, Selasa, 12 Oktober 2021.

Salah seorang jemaah haji asal Kecamatan Bontoramba bernama Jumania Binti H Mansa (52) tak henti hentinya mengucapkan “Syukur Alhamdulillah”. Meski ibu yang berprofesi sebagai petani dan Ibu Rumah Tangga ini tak menampik, sempat ada rasa kecewa dan sedih dalam dirinya karena dua tahun pemerintah Indonesia mengambil keputusan itu.

Wajar saja, karena ia merupakan salah satu calon jemaah haji yang sudah mendaftar haji sejak tahun 2010. Dengan penundaan ini, maka dua tahun sudah Jumania yang rencananya berangkat bersama saudari dan iparnya mengurungkan hajatnya menunaikan rukun islam ke-5 tersebut. Namun, ia tak membiarkan rasa kecewa menguasai hatinya.

“Alhamdulillah karena Allah masih melindungi jiwa dan kesehatan kami dengan penundaan ini. Kami sepenuhnya bisa memahami keputusan pemerintah. Dalam situasi yang masih mengkhawatirkan ini sangat tidak mungkin bagi pemerintah untuk memberangkatkan jemaah,” kata ibu empat anak itu.

“Kami sama sekali tidak keberatan. Walaupun usia kami menjelang lansia, kami menerima dengan lapang dada keputusan pemerintah,” tukas Jumania.

Ia yakin bahwa Allah memiliki rencana terbaik atas penundaan ini. Dan di masa pandemi ini, Jumania sadar kesehatan menjadi hal utama yang harus dijaga.

“Karena kesehatan bagi kami lebih penting. Insya Allah kalau Allah mengizinkan, tahun depan kami sudah siap berangkat haji,” ucap Jumania.

Sebelumnya, Kakanwil Kemenag Provinsi Sulsel H Khaeroni dalam arahannya menyebut ibadah haji di Tanah Suci merupakan impian setiap umat Islam di seluruh Dunia, bahkan yang sudah berkali kali melaksanakannya pun, masih sangat ingin kembali melaksanakan Rukun Islam ke 5 ini. Termasuk di Jeneponto.

“Jangankan jemaah calon hajinya yang rindu ke Tanah Suci berhaji, pengantar jemaah hajinya pun sudah sangat rindu ke Asrama Haji,” ungkapnya.

Sebelum penundaan haji kemarin, persiapan haji sudah dilakukan sangat optimal oleh Kementerian Agama dan Stake Holder Terkait.

“Pemerintah tidak gegabah dalam menentukan keputusan. Sebagaimana yang ditegaskan Menteri Agama, keputusan pembatalan haji ini semata-mata demi keselamatan jamaah,” pungkas Khaeroni di hadapan ratusan jemaah haji Jeneponto.

Hadir juga Wakil Bupati Jeneponto Paris Yaris, Kabag Kesra Pemkab Jeneponto, Kepala UPT Asrama Haji Sudiang Makassar H Ikbal Ismail, Ketua IPHI Jeneponto, Kakankemenag Jeneponto dan sejumlah pejabat Kemenag lainnya.

Ridwan
Ridwan Selasa, 12 Oktober 2021 21:29
Komentar