Logo Header

Polisi Buka Kasus Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur Jika Ditemukan Bukti Baru

Ridwan
Ridwan Senin, 11 Oktober 2021 15:17
Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol E Zulpan.
Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol E Zulpan.

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol E Zulpan menegaskan penegakan hukum dijalankan bukan berdasarkan adanya desakan. Hal ini disampaikan setelah berbagai kalangan mendesak kepolisian melanjutkan kasus dugaan pemerkosaan tiga anak di bawah umur di Kabupaten Luwu Timur.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

“Saya tekankan, terlepas dari adanya kasus ini yang perlu dipahami bahwa penegakan hukum tidak boleh dijalankan karena berdasarkan desakan, tapi harus kedepankan objektifitas dan profesionalitas. Hal yang demikian inilah selama ini yang dipegang oleh pihak Kepolisian dalam penanganan sebuah kasus,” terang E Zulpan, Senin, 11 Oktober 2021.

E Zulpan memastikan Polda Sulsel dan jajaran Polres Luwu Timur sangat serius dalam menangani kasus tersebut. Hanya saja kenapa penanganan kasus ini dihentikan karena setelah jajaran Polres Luwu Timur didampingi dengan pihak KPAI setempat melakukan pendalaman dari laporan dugaan pemerkosaan anak di bawah umur itu, sampai dilakukan visum oleh dokter forensik Polda Sulsel, namun hasilnya nihil.

“Ya, hasil pendalaman nihil, artinya apa yang dituduhkan bahwa anak tersebut telah diperkosa itu tidak terbukti. Dari sinilah kemudian jajaran Polres Luwu Timur tidak melanjutkan untuk memproses kasus ini,” jelasnya.

Dia menerangkan, kerja-kerja profesionalitas dari jajaran Polri dalam menangani sebuah kasus pastilah senantiasa berdasarkan pada Patron hukum yang berlaku di Republik ini. Termasuk dalam penanganan kasus dugaan tindak pidana di Kabupaten Luwu Timur pada tahun 2019 yang lalu. Keberadaan alat bukti yang ditemukan di lapangan akan menjadi dasar pihak Kepolisian dalam melanjutkan atau menghentikan proses hukum dari suatu kasus.

“Dengan demikian, sebagai masyarakat yang beragama sejatinya kita harus mengedepankan sikap bijak serta prasangka positif kepada pihak Kepolisian khususnya dalam penanganan kasus dugaan pemerkosaan di Kab Luwu Timur yang kini kembali mencuat,” tandasnya.

Oleh karenanya, Zulpan meminta masyarakat agar mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak Kepolisian. Dijelaskannya, jika memang ada ditemukan alat bukti baru, maka bisa saja kasus tersebut prosesnya dibuka kembali.

“Saya harap kita sebagai masyarakat tidak perlu terpancing dengan isu-isu yang belum tentu benar yang justru bukan menyelesaikan masalah tapi malah sebaliknya menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat,” tutur Zulpan.

Pihaknya juga mengajak seluruh warga menjadikan sosial media sebagai sarana untuk berbagi informasi yang positif sehingga bisa menginspirasi orang lain.

“Hal yang demikian ini justru jauh lebih baik dibandingkan kita turut mengomentari hal-hal yang kita belum tentu tau duduk permasalahannya,” pungkasnya.

Ridwan
Ridwan Senin, 11 Oktober 2021 15:17
Komentar