Logo Header

Hati-Hati Lonjakan Gula Darah, Ahli Gizi Sarankan Tak Langsung Makan Nasi Saat Berbuka

Nuri
Nuri Rabu, 04 Maret 2026 11:38
Hati-Hati Lonjakan Gula Darah, Ahli Gizi Sarankan Tak Langsung Makan Nasi Saat Berbuka

​TEBARAN.COM,JAKARTA – Momen suara beduk adzan Magrib sering kali memicu keinginan untuk segera menyantap hidangan utama sebagai pelepas lapar setelah seharian berpuasa. Namun, kebiasaan langsung mengonsumsi nasi dan lauk-pauk sesaat setelah membatalkan puasa ternyata menyimpan risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.

​Meski terlihat praktis untuk mengembalikan energi, para ahli kesehatan menyarankan agar masyarakat lebih bijak dalam memilih urutan asupan makanan saat berbuka.

​Bukan Dilarang, Tapi Tidak Disarankan

​Spesialis Gizi Klinik, Davie Muhammad, menjelaskan bahwa meskipun tidak ada larangan mutlak untuk langsung makan berat, hal tersebut sebaiknya dihindari demi menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.

​”Langsung mengonsumsi makanan berat seperti nasi saat berbuka puasa memang tidak dilarang, tapi sebaiknya tidak dilakukan,” ujar Davie.

​Risiko Lonjakan Gula Darah

​Alasan utama di balik saran ini adalah reaksi tubuh terhadap asupan karbohidrat kompleks dalam jumlah besar secara mendadak. Setelah perut kosong selama belasan jam, sistem pencernaan dan hormon tubuh membutuhkan adaptasi.

​Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan saat langsung makan nasi adalah:

​Shock pada Sistem Pencernaan: Perut yang kaget dapat memicu rasa begah atau tidak nyaman.

​Lonjakan Gula Darah: Karbohidrat dari nasi dapat menyebabkan kadar glukosa dalam darah meningkat drastis secara tiba-tiba (spike).

​Efek Mengantuk: Lonjakan gula darah yang diikuti dengan pelepasan insulin besar-besaran sering kali membuat tubuh terasa lemas dan mengantuk setelah makan.

​Tips Berbuka yang Lebih Sehat

​Untuk menghindari risiko kesehatan tersebut, para ahli menyarankan metode bertahap:

​Awali dengan Air Putih: Rehidrasi tubuh terlebih dahulu.

​Konsumsi Karbohidrat Sederhana yang Sehat: Seperti kurma atau buah-buahan untuk menaikkan gula darah secara perlahan.

​Beri Jeda: Laksanakan ibadah shalat Magrib terlebih dahulu sebelum beralih ke menu utama (nasi dan lauk-pauk).

​Dengan memberikan jeda, organ pencernaan memiliki waktu untuk “bangun” dan bekerja lebih optimal dalam mengolah nutrisi yang masuk.

Nuri
Nuri Rabu, 04 Maret 2026 11:38
Komentar