Logo Header

Polres Gowa Gelar Sayembara Kejar Tersangka Kasus Pencabulan, Pengacara: Sekalian Pakai Dukun

Jusrianto
Jusrianto Sabtu, 09 Oktober 2021 14:28
DPO Rifki Ari Sandi (21)
DPO Rifki Ari Sandi (21)

GOWA, TEBARAN.COM – Shafril Hamzah, Penasehat Hukum anak di bawah umur yang menjadi korban dugaan pencabulan di Gowa angkat bicara mengenai terkait sayembara yang digelar Polres Gowa dalam mengejar tersangka dugaan pencabulan yang kabarnya kabur dari rumah tahanan (rutan) Polres Gowa beberapa hari lalu. Menurutnya, sayembara itu merupakan hal yang sangat lucu.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Menurut Shafril, sayembara yang diumbar oleh Polres Gowa tersebut, diduga hanyalah alibi untuk menutupi adanya dugaan pelanggaran SOP dalam pengawasan tahanan di Rutan Polres Gowa.

“Tersangka inisial RA tidak akan mungkin bisa kabur jika pengawasan dilakukan sesuai SOP. Kami harap Kapolri mengatensi kasus tahanan kabur ini. Evaluasi kinerja Kapolres dan Kasat Reskrimnya. Sayembara yang mereka lakukan itu, hanyalah upaya saja untuk menghindari tanggungjawab atas kelalaian yang mereka perbuat,” terang Shafril via telepon, Sabtu (9/10/2021).

Shafril mengaku sayembara yang diumbar oleh Kapolres Gowa sebagai upaya pengejaran tersangka kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur, merupakan hal yang lucu.

“Ini sudah tahun 2021 zaman millenial, bukan era Kerajaan Majapahit seperti jaman dulu. Atau kenapa tidak sekalian pergi ke dukun (sanro) saja lebih bagus,” tutur Shafril.

Ia berharap penyidik Polres Gowa melihat ke belakang, di mana orangtua tersangka pernah mengajukan upaya penangguhan penahanan. Sehingga dengan kejadian ini, Polres Gowa dapat bersikap refresif dengan meminta pertanggungjawaban orangtua tersangka selaku penjamin sembari menanti itikad baik tersangka untuk segera menyerahkan diri kembali.

“Orangtua tersangka pernah mengajukan surat penangguhan penahanan dan kalau memang ada kemauan, penyidik bisa saja mengamankan orangtua tersangka untuk sementara sembari menunggu tersangka kembali dari pelariannya,” ucap Shafril.

“Sampai di mana tersangka mau sembunyi kalau orangtuanya diamankan. Kami yakin tersangka pasti menyerahkan diri kembali,” Shafril menambahkan.

Tersangka Sempat Berstatus DPO

Shafril menceritakan awal kejadian kasus dugaan pencabulan yang menimpa kliennya tersebut bermula di Bulan Agustus 2020. Korban yang masih dibawah umur, inisial SM (17) saat itu berada di Jalan Poros Pallangga, Kabupaten Gowa. Kemudian dibawah kabur oleh tersangka inisial RA (21).

Orangtua korban berupaya mencari-cari korban yang tidak pernah pulang ke rumah dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Gowa tepatnya pada Bulan September 2020.

“Dalam penyelidikan kepolisian kemudian diketahui bahwa tersangka yang membawa kabur korban adalah inisial RA. Namun belakangan tersangka tak kunjung kooperatif dan akhirnya dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tepatnya 15 September 2020 ia berstatus DPO,” ungkap Shyafril.

Selama 10 bulan lebih pencarian dan tak ada kabar, keberadaan korban bersama tersangka akhirnya terendus di sebuah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kerabat korban lalu memberitahukan informasi keberadaan korban di NTT kepada pihak Polres Gowa dan selanjutnya Polres Gowa mengutus Tim Anti Bandit Polres Gowa menuju lokasi yang dimaksud.

“Tepat 8 Juli 2021, tersangka RA diamankan di sebuah daerah di NTT dan langsung digelandang ke Mako Polres Gowa untuk diproses lebih lanjut. Tersangka langsung ditahan dan diganjar ancaman pidana dugaan melanggar Undang-undang Perlindungan Anak yang ancamannya 15 tahun penjara,” Shyafril mengungkapkan.

Sayangnya, lama tak terdengar perkembangan penanganannya, tiba-tiba kasus kembali heboh. Di mana tersangka dikabarkan kabur dari rutan Mapolres Gowa dan saat ini masih belum diketahui keberadaannya.

Jusrianto
Jusrianto Sabtu, 09 Oktober 2021 14:28
Komentar