Logo Header

Isolasi Apung KM Umsini Dihentikan, Dewan: Percepat Vaksinasi Covid-19

Jusrianto
Jusrianto Selasa, 21 September 2021 18:42
Anton Paul Goni.
Anton Paul Goni.

TEBARAN. COM, MAKASSAR – Program Isolasi apung KM Umsini Pemkot Makassar resmi dihentikan. Anggota DPRD Makassar Anton Paul Goni menilai alangkah baiknya vaksinasi Covid-19 lebih digalakkan.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

“Itu kan programnya pak wali. Kalau beliau merasa tidak efektif. Lebih baik cara cara lain untuk bisa menekan penyebaran Covid-19,” ungkapnya, Selasa (21/9/2021).

Politisi PDIP itu mengatakan, banyak cara yang bisa dilakukan oleh Pemkot Makassar dalam menekan penyebaran Covid-19.

“Banyak cara yang bida dilakukan misalnya percepatan vaksin untuk lebih memperkuat herd immunity. Ketika herd immunity kuat, penyebaran Covid-19 bisa ditekan,” jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto resmi memberhentikan pengoperasian kapal isolasi KM Umsini, Senin (20/9/2021).

“Jadi alhamdulillah kita akhiri karena keterisian tempat tidur (BOR) sudah sangat rendah satu kota itu cuman 8 persen. Di kapal ini BORnya 2,5 persen. Itu berarti program yang terintegrasi itu berhasil. Kenapa berhasil? karena berhasil menekan BOR. Itu menjadi rujukan,” ujarnya.

Katanya, untuk penanganan selanjutnya, Danny akan menemukan perbulan serta mengantisipasi jika ada tiba tiba.

Salah satunya dengan menggencarkan vaksinasi di Kota Makassar di setiap kelurahan yang termasuk dalam program sistem sapu jagad 100 vaksin 1 RT/hari 100 persen.

Untuk jumlah pasien covid isolasi terpadu sendiri selama dua bulan beroperasi sebanyak 275 orang .

“Alhamdulillah semua sembuh. masih ada 8 orang pasien tapi hari ini semua sudah pulang dan sembuh,” klaim Danny.

Pemberhentian pengoperasian ini ditandai dengan penurunan bendera kuning dan pemberian penghargaan berupa plakat kepada pihak terkait seperti Kapolrestabes Makassar, Dandim XIV/Hasanuddin, pihak Pelni, Pelindo Empat Makassar, Kajari, Pelabuhan Polres, Nahkoda Pelni, Kementerian Perhubungan para nakes dan dokter yang selamat selama dua bulan penuh.

 

Jusrianto
Jusrianto Selasa, 21 September 2021 18:42
Komentar