Tebaran.com

Bulog Sulselbar Siapkan 22 Ribu Ton Beras dan 4,4 Juta Liter Minyak Goreng untuk Bantuan Pangan

TEBARAN.COM,MAKASSA– Menghadapi dinamika harga pangan di bulan Ramadan, Perum Bulog Kanwil Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) bergerak cepat dengan menggenjot persediaan dan distribusi bahan pokok.
Manajer Pengadaan Bulog Sulselbar, Rahmatullah, memastikan ketersediaan beras dan minyak goreng dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta menjaga stabilitas harga.

Dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan bergerak cepat mengamankan pasokan pangan masyarakat, Minggu (1/3/2026), bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Mapolda Sulsel, Rahmatullah merinci total penguasaan beras pemerintah saat ini mencapai angka yang signifikan.
akumulasi selama setahun, kurang lebih 501 ribu ton. Ditambah beras komersil 303 ribu ton, sehingga total penguasaan kami mencapai 534 ribu ton per bulan pertama. Untuk bulan akhir, penguasaan kami meningkat menjadi 831 ribu ton,” ujarnya.

Tidak hanya beras, komoditas minyak goreng juga menjadi perhatian khusus. Bulog Sulselbar saat ini menguasai stok minyak goreng sekitar 1,2 juta liter.
Fokus utama Bulog saat ini adalah penyaluran bantuan pangan dan operasi pasar. Untuk alokasi bulan Februari hingga Maret, Bulog Sulselbar akan menyalurkan bantuan pangan dalam jumlah besar.

“Total PBT (Penerima Bantuan Pangan) yang akan kami salurkan untuk alokasi Februari-Maret sebanyak 1,1 juta PBT per bulan. Sehingga total untuk dua alokasi adalah 2,2 juta PBT,” jelas Rahmatullah.

Jumlah tersebut setara dengan 22 ribu ton beras. Sementara untuk minyak goreng, kebutuhan yang harus disalurkan mencapai 4,4 juta liter untuk periode yang sama.
Untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng sebesar 4,4 juta liter, Bulog tidak hanya mengandalkan satu pemasok. “Secara tradisional kami disuplai oleh TSL yang ada di Pasangkayu. Namun kami juga sudah mendapatkan list produsen lain, yaitu dari Ilmar dan Sinar Mazdova. Total 4,4 juta liter ini diprediksi sudah bisa masuk pada bulan depan,” terang Rahmatullah.

Salah satu tantangan yang diakui Rahmatullah adalah proses *repackaging* atau pengemasan ulang beras. Bulog saat ini mengubah kemasan beras dari 50 kilogram menjadi kemasan 10 kilogram yang lebih ramah untuk konsumen ritel.
Untuk penguasaan beras dan repackaging dari kemasan 50kg ke 10kg, dalam satu hingga dua pekan kami bisa selesaikan. Namun untuk minyak goreng, kami memang sangat tergantung pada supply dari produsen,” akunya. (*)

Exit mobile version