Logo Header

Anton Paul Goni: Keberedaan Pasar Tradisional dan Modern Harus Ditata dengan Baik

Jusrianto
Jusrianto Jumat, 24 September 2021 12:05
Anton Paul Goni saat menggelar Sosialisasi Perda.
Anton Paul Goni saat menggelar Sosialisasi Perda.

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Anggota DPRD Makassar Anton Paul Goni menilai keberadaan Pasar Tradisional dan Pasar Modern harus dikelola dengan baik. Hal itu untuk memajukan sistem perekonomian di Kota Makassar.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Hal itu diungkapkan Anton Paul Goni saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2009 tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Pasar Modern di Kota Makassar di Hotel Grand Celino, Jumat (24/9/2021).

“Pasar tradisional merupakan wadah membangun dan mengembankang perekonomian bagi usaha kecil, menengah dan koperasi sebagai pilar perekonomian yang disusun berdasarkan atas dasar kekeluargaan,” ungkapnya.

Politisi PDIP itu mengatakan, Pasar tradisional dan modern dipandang perlu perlindungan dan pemberdayaan pasar tradisional dan penataan pasar modern.

“Agar pasar tradisional dapat berkembang dan bersaing secara serasi, selaras serta bersinergi di tengah-tengah pesatnya pertumbuhan pasar modern di Kota Makassar,” jelasnya.

Anggota Komisi A itu menjelaskan Perda ini mengatur segala kebijakan yang diambil Pemkot dan bekerja sama dengan DPRD.

“Harapan kami darang ke tempat ini bukan duduk mendengar. Tapi tolong diperhatikan apabila para narasumber kita menjelaskan,” ajaknya.

“Perda ini diterbitkan pada masa pemerintahan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) pada 14 September 2013. Ada 13 bab dan 30 pasal. Sanksi dan larangan diatur apabila kegiatan pasar yang bertentangan dengan pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bappeda Makassar Andi Khadijah Iriani menjelaskan, pasar modern dan pasar tradisional harus dikelola dengan baik.

“Pasar modern biasanya bukan milik pemeritah tapi investor yang membuat pasar modern dengan tatanan yang lebih baik. Pasar modern barangnya sudah pilihan,” katanya.

“Tapi jangan lupa, kita juga harus memberdayakan Pasar Tradisional. Karena di pasar tradisional, proses tawar menawar masih terjadi. Selain itu, perputaran ekonomi di pasar tradisional sangat cepat,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan narasumber kedua Muhtar Masri. Dimana Penataan pasar harus dikelola dengan baik.

“Pengelola pasar harus bertanggung jawab untuk selalu menjaga kebersihan dan mengatur pedagang,” jelasnya.

Ia mengatakan, ada 13 pasar di Makassar yang termasuk kategori tradisional dan modern dan ada 5 pasar yang dikerjasamakan dengan pengelola.

Tapi yang menjadi masalah saat ini, banyak pedagang yang memilih untuk berjualan di jalan dibandingkan mengambil lapak di dalam pasar.

“Kita juga heran pasarnya sudah cantik, tetapi pedagang malah turun ke jalan. Ada banyak pedagang yang lebih memilih turun ke jalan. Ini yang harus dikelola dengan baik sekarang,” pungkasnya.

Jusrianto
Jusrianto Jumat, 24 September 2021 12:05
Komentar