Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, Ketua Umum Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah Meninggal Dunia
TEBARAN.COM,JAKARTA — Innalillahi wa inna ilaihi rajiun…kabar duka datang dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Salah satu kader terbaiknya, Ketua Umum PP Fatayat NU yang juga sekaligus Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah, meninggal dunia.
Almarhumah meninggal dunia pada Ahad (1/3/2026) pukul 08.25 WIB setelah dirawat beberapa hari di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Kabar disampaikan langsung oleh suaminya, KH Abdullah Masud.
Jenazah akan disholatkan di PBNU pada pukul 12.00 WIB sebelum diberangkatkan menuju pemakaman keluarga di Pesantren Mambaul Maarif, Denanyar, Jombang Jawa Timur.
Ning Margaret, begitu akrab disapa, merupakan salah satu keluarga pendiri Nahdlatul Ulama, dari jalur KH Bisri Syansuri, pendiri Pesantren Denanyar.
Semasa hidupnya, dia dikenal sebagai aktivis. Dalam pandangan almarhumah, sebagaimana dikutip dari Antara, perempuan Muslim Indonesia harus mengambil peran sebagai arsitek perubahan di tengah tantangan zaman.
Kita tidak bisa hanya menjadi penonton perubahan. Perempuan Muslim harus hadir sebagai pelaku, penggerak, dan penentu arah perubahan di lingkungannya,” ujar Margaret saat Penganugerahan Inspiring Moslem Women (IMW) 2026.
Acara yang diselenggarakan Fatayat NU bersama Yayasan Compass Indonesiatama ini merupakan bagian dari peringatan Hari Lahir NU dan Fatayat NU 2026.
Dia menyoroti tantangan global mulai dari ketimpangan ekonomi, keterbatasan akses pendidikan, hingga kerentanan perempuan dalam kekerasan berbasis digital.
Karena itu, menurutnya, perempuan Muslim harus memiliki tiga kekuatan utama yakni intelektual, spiritual-moral, serta solidaritas dan kepemimpinan sosial.
Menurutnya, kekuatan intelektual menjadikan perempuan mampu membaca zaman dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kekuatan spiritual-moral menjaga nilai dan akhlak di tengah derasnya arus informasi.
Sedangkan solidaritas dan kepemimpinan sosial menjadikan perempuan mampu mengorganisasi kebaikan untuk kemaslahatan bersama.
“Ketika perempuan berdaya, keluarga akan kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat kokoh. Dan ketika masyarakat kokoh, bangsa akan maju,” kata dia.
Dia juga menekankan bahwa Fatayat NU sejak awal berdiri memang memposisikan perempuan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek.
“Fatayat NU ingin memastikan perempuan memiliki ruang, akses, dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pendidikan, dakwah, ekonomi, sosial, hingga kepemimpinan,” kata dia.
Selamat jalan Ning Margaret…kebaikan dan senyum ramahmu kepada setiap orang, kiprahmu, adalah legacy yang disebut Sang Baginda Rasulullah sebagai jariyah, mengalir..meski raga dan ruhmu..sudah berada di alam baka….Lakal Fatihah Ning…
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
