Logo Header

PUKAT Tantang Lurah Daya Tutup Semua Panti Pijat di Kompleks Ruko Kima Square

Jusrianto
Jusrianto Minggu, 03 Oktober 2021 10:04
Direktur PUKAT Sulsel Farid Mamma.
Direktur PUKAT Sulsel Farid Mamma.

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Direktur Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi Sulsel berharap Lurah Daya tidak berlaku kriminalisasi terhadap oknum pengusaha yang baru berencana akan mendirikan usaha refleksi dan kafe di wilayah kompleks ruko Kima Square.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

“Artinya kalau mau komitmen tidak ingin ada usaha pijat refleksi dan cafe di daerahnya maka sekalian tutup saja semuanya. Itu kami setuju. Cobalah jalan ke kompleks itu tepatnya bagian belakang dan samping, di sana banyak berdiri usaha pijat refleksi dan bar malah saling berdekatan,” kata Farid yang juga Kuasa Hukum warga yang baru berencana mendirikan usaha sejenis di tempat yang dimaksud.

Ia mengaku justru aneh jika Lurah Daya terkesan menghalangi pendirian baru usaha yang sejenis di tempat tersebut. Padahal di area kompleks yang dimaksud hampir dipenuhi usaha pijat refleksi dan bar.

“Kami sudah tinjau lokasi, di sana itu bukan area pemukiman. Sehingga wajar pihaknya keberatan, kok yang lain dibiarkan sementara ada yang baru berencana mendirikan usaha sejenis justru dilarang. Inilah yang kami maksud kriminalisasi,” terang Farid.

Mengenai adanya tanggapan dari salah satu ormas keagamaan, kata Farid, ia turut mendukung selama ia betul-betul mau komitmen dan berlaku sama dengan yang usaha sejenis lainnya di area tersebut dan lebih luasanya di Kota Makassar.

“Artinya kalau memang mau komitmen teriaki tak ada usaha demikian berdiri, maka teriaki semua yang ada. Jangan pilah-pilah yang mana mau diteriaki. Itu saja. Artinya mari sama-sama berlaku adil,” tutur Farid.

Ia mengungkapkan, tujuan kliennya hendak mendirikan usaha refleksi dan cafe di Kompleks Ruko Kima Square, karena selain di sana sudah banyak yang beraktivitas, juga bukan area pemukiman.

Tak hanya itu, pihaknya juga ingin memberikan kontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan khususnya membantu perekonomian daerah agar bisa bangkit kembali setelah terkena dampak pandemi Covid-19.

“Kami pada dasarnya siap dibina sesuai ketentuan aturan yang ada dan terbuka dalam membantu perekonomian daerah. Beri kami pintu mengurus izin dan memenuhi syarat-syarat administrasi sesuai ketentuan aturan yang ada sebelum menjalankan aktivitas usaha. Kami tak ingin bangun usaha tanpa memenuhi syarat-syarat izin,” Farid menandaskan.

Jusrianto
Jusrianto Minggu, 03 Oktober 2021 10:04
Komentar