Sahur Pakai Mi Instan: Penyelamat di Waktu Sempit atau ‘Bom’ Lapar yang Tersembunyi?
TEBARAN.COM,JAKARTA — Suara alarm berbunyi, mata masih berat, dan waktu imsak tinggal 15 menit lagi. Dalam situasi “genting” seperti ini, mi instan sering kali muncul sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Praktis, murah, dan aromanya selalu berhasil membangkitkan selera di saat mata mengantuk.
Namun, pernahkah Anda merasa perut keroncongan padahal baru beberapa jam berpuasa? Atau merasa haus yang luar biasa sepanjang siang? Ternyata, ada alasan ilmiah di balik fenomena “lapar prematur” akibat menu sejuta umat ini.
Kenapa Mi Instan Bikin Cepat Lapar?
Rahasianya ada pada proses pembuatannya. Mi instan adalah produk precooked yang dikeringkan—biasanya dengan cara digoreng—agar awet dan cepat saji. Hal ini menciptakan profil nutrisi yang kurang ideal untuk “bahan bakar” seharian:
Karbohidrat Olahan: Mi terbuat dari tepung terigu yang telah diproses sedemikian rupa. Tubuh mencernanya dengan sangat cepat, menyebabkan lonjakan energi sesaat yang diikuti penurunan drastis. Itulah mengapa rasa kenyangnya hanya bertahan di awal.
Tinggi Natrium (Garam): Bumbu mi instan mengandung kadar garam yang tinggi. Natrium menarik cairan dari sel-sel tubuh, yang secara otomatis memicu rasa haus berlebihan di siang hari.
Kurang Serat & Protein: Tanpa tambahan bahan lain, mi instan murni hanyalah tumpukan kalori tanpa “penahan” rasa lapar (serat dan protein).
Mitos atau Fakta?
Apakah mi instan dilarang untuk sahur? Para ahli menyebut ini bukan soal larangan, melainkan soal keseimbangan. Mengandalkan mi instan polos tanpa tambahan apapun memang akan membuat tubuh cepat lemas.
”Mi instan pada dasarnya adalah karbohidrat simpel. Tanpa pendamping yang tepat, tubuh akan memprosesnya secepat Anda memasaknya,” ungkap riset mengenai pola gizi karbohidrat olahan.
Tips: Ubah Mi Instan Jadi Menu Sahur ‘Tahan Lama’
Jika Anda terpaksa atau memang ingin makan mi instan saat sahur, jangan biarkan ia tampil “sendirian”. Lakukan upgrade nutrisi berikut:
Tambahkan Protein: Masukkan telur, potongan ayam, atau tempe agar perut kenyang lebih lama.
Serat adalah Kunci: Campurkan sawi, wortel, atau brokoli untuk memperlambat proses pencernaan.
Kurangi Bumbu: Gunakan hanya setengah dari bumbu kemasan untuk menekan asupan natrium agar tidak mudah haus.
Kesimpulannya: Mi instan boleh saja jadi penyelamat di saat darurat, tapi pastikan Anda memberikan “amunisi” tambahan agar ibadah puasa tetap bertenaga hingga magrib tiba.
