Logo Header

Pegang Batu Licin, Remaja Asal Makassar Tewas Tenggelam di Air Terjun Bantimurung Gowa

Ridwan
Ridwan Minggu, 26 September 2021 23:10
Jenazah Al Munawir (18) dievakuasi ke Puskesmas Parangloe, Kabupaten Gowa, Minggu, 26 September 2021.
Jenazah Al Munawir (18) dievakuasi ke Puskesmas Parangloe, Kabupaten Gowa, Minggu, 26 September 2021.

TEBARAN.COM, GOWA – Remaja bernama Al Munawir (18) warga Makassar tewas tenggelam di kolam air terjun Bantimurung II Desa Borisallo Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Minggu, 26 September 2021, sekitar pukul 06.00 Wita. Peristiwa ini dibenarkan oleh Kapolsek Parangloe IPTU Mudatsir.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

“Benar 1 remaja ditemukan meninggal dunia tenggelam di kolam air terjun dan atas kejadian ini beberapa saksi telah diambil keterangan. Dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal dunia karena tidak bisa berenang,” jelas IPTU Mudatsir.

Mudatsir mengungkapkan kronologis kejadian yang berawal pada Sabtu 25 September 2021 korban yang merupakan alumni Palang Merah Remaja (PMR) SMK 7 Makassar bersama 33 orang lainnya bermalam di lokasi air terjun Bantimurung II.

Kedatangan rombongan tersebut terbagi dua sesi, pada pukul 16.00 Wita berjumlah 19 orang, kemudian rombangan kedua pada pukul 23.00 Wita sebanyak 15 orang.

Selanjutnya kata dia pada Minggu pagi 26 September 2021 Sekitar pukul 06.00 Wita korban bersama 6 orang rekannya menuju ke air terjun

Mudatsir menuturkan, mereka mengawali dengan berswa foto lalu mandi. Korban Al Munawir turun kedalam kolam lalu berenang dari tepi ke tepi kemudian, saat akan kembali ketempat awal memegang batu yang ada di bibir kolam.

“Karena batu tersebut licin lalu tangan korban terlepas kemudian korban tenggelam. Melihat kejadian tersebut Riki Anugrah (18) berupaya menolang dengan cara melompat ke dalam kolam air terjun dan berupaya menaikkan korban ke pundaknya,” jelasnya.

Karena tidak mampu menahan beban tekanan korban kata Mudatsir lalu Riki Anugrah lalu berupaya melepaskan diri agar tidak tenggelam sehingga korban tidak dapat tertolong.

“Setelah Riki Anugrah sudah berada diatas batu beristirahat terlentang lalu beberapa menit kemudian kembali melakuka evakuasi bersama 2 rekannya,” tandasnya.

Dari keterangan rekan korban mengungkapkan bahwa posisi kepala korban saat diangkat dari dalam air berada di dasar kolam. Kemudian, korban dievakuasi pukul 07.15 Wita oleh Polsek Parangloe bersama Tim SAR Manggala Agni ke Puskesmas Parangloe.

“Sekitar Pukul 09.30 Wita koban tiba di puskesmas Parangloe dan langsung ditangani oleh Tim Medis. Setelah dilakukan pemeriksaan korban dinyatakan meninggal dunia,” terangnya.

Dalam kejadian ini, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap korban.

Ridwan
Ridwan Minggu, 26 September 2021 23:10
Komentar