Tebaran.com

Sinergi Pemkab Bone & Bank Sulselbar: Menuju Tata Kelola Keuangan Daerah yang Lebih Akurat.

TEBARAN.COM,WATANGPONE —  Kabupaten Bone baru saja mengambil langkah raksasa dalam transformasi digitalnya. Lewat forum High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Ballroom Hotel Helios, Rabu (11/2), Pemkab Bone bersama Bank Sulselbar sepakat: Masa depan Bone adalah digital.
​Bukan sekadar diskusi di atas kertas, kolaborasi ini langsung dibuktikan dengan peluncuran tiga aplikasi strategis yang siap merombak cara kerja birokrasi di Bumi Arung Palakka.


​Senjata Baru Birokrasi Bone
​Inilah tiga aplikasi “jagoan” yang resmi diluncurkan untuk menciptakan pemerintahan yang lebih transparan dan efisien:
​🚀 PADE Beramal: One-stop solution untuk integrasi berbagai layanan digital pemerintah daerah.
​📦 e-BMD: “Sistem pengawas” aset daerah agar pengelolaan Barang Milik Daerah lebih tertib, akurat, dan tidak ada lagi yang tercecer.
​💼 e-Perjadin: Solusi adminstrasi perjalanan dinas yang lebih praktis dan terpantau secara real-time.
​Dukungan Penuh Sang Mitra Strategis
​Direktur Operasional & TI Bank Sulselbar, Iswadi Ayub, yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan bahwa pihaknya bukan sekadar penyedia jasa perbankan, melainkan mitra transformasi.
​”Kolaborasi ini bukan hanya soal implementasi teknologi, tetapi bagaimana menghadirkan sistem keuangan daerah yang lebih transparan, efisien, dan terintegrasi,” tegas Iswadi.
​Beliau menambahkan bahwa digitalisasi ini adalah kunci utama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik agar masyarakat Bone merasakan kemudahan yang nyata.


​Sinergi Lintas Sektor
​Kegiatan ini tidak main-main. Kehadiran jajaran Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia, serta pimpinan OPD menunjukkan bahwa seluruh elemen di Kabupaten Bone sudah satu frekuensi untuk meninggalkan cara-cara lama yang kaku.
​Dengan integrasi transaksi berbasis elektronik ini, Kabupaten Bone diproyeksikan akan menjadi daerah yang lebih modern, adaptif, dan tentunya lebih akuntabel dalam mengelola uang rakyat.

Exit mobile version