Logo Header

Tak Ada PPKM Level 4, Pengamat Sebut Pemprov Sulsel Tangani Pendemi Secara Sistematis dan Efisien

Ridwan
Ridwan Selasa, 21 September 2021 20:25
Ilustrasi
Ilustrasi

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Pengamat politik dan kebijakan publik dari Pusat Kajian Politik dan Kebijakan (PKPK), M Saifullah menilai Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menangani pandemi Covid-19 secara baik, sistematis dan efisien

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Menurutnya, di tengah kondisi pandemi yang berdampak pula pada perekonomian, namun dibawah kepemimpinan Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, Pemprov Sulsel mampu mengimbangi antara kepentingan kesehatan dan ekonomi.

“Pemprov Sulsel membuktikan meski dikondisi terpuruk akibat pandemi namun bisa berupaya dalam mengimbangi ekonomi dan kesehatan. Terbukti dari kasus positif yang kian hari melandai dan pertumbuhan ekonomi mulai membaik. Apalagi di awal menjabat, Plt Gubernur juga tampak upaya dalam menyelesaikan permasalahan utang dari pihak ketiga,” katanya, Selasa, 21 September 2021.

Dimana ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan pada triwulan II tahun 2021 tumbuh sebesar 7,66% (y-on-y). Hal ini menjadi pencapaian Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Plt Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman. Mengingat sejak pandemi Covid-19, perekonomian Sulsel mengalami kontraksi. Bahkan pertumbuhan ekonomi ini melebihi dari tingkat nasional yang tumbuh 7,07%.

Selain itu, kini tidak ada lagi daerah di Sulsel yang masuk dalam PPKM Level 4 pada dua pekan kedepan ini. Hal itu termaktub dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2021, disebutkan PPKM luar Jawa-Bali diperpanjang kembali dua pekan mulai 21 September 2021 sampai dengan tanggal 4 Oktober 2021. Dalam Inmendagri itu, ada 18 Kabupaten/Kota di Sulsel yang masuk dalam PPKM Level 2 dan 6 Kabupaten/Kota yang masuk dalam PPKM Level 3.

Capain ini pun tak terlepas dari Pemprov Sulsel dibawah kepemimpinan Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman bersama para unsur Forkopimda. Salah satunya melalui program Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT). Hadirnya layanan FIT ini menjadi inisiasi oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. FIT merupakan Rumah Sakit darurat yang diampuh oleh Rumah Sakit Provinsi Sulsel. Yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan yang bisa berasal dari seluruh kabupaten/kota di provinsi Sulawesi Selatan maupun dari provinsi lain yang kebetulan berada di Sulsel. Ada dua lokasi layanan FIT, yakni di Asrama Haji Sudiang dan BPSDM.

“Bapak Plt Gubernur sudah sangat tepat dalam mengambil kebijakan. Dengan belajar dari pengalaman tahun lalu. Isolasi Covid-19 dulu ada dinamakan wisata Covid-19, namun ini sangat membebani anggaran karena harus menyewa tempat dan fasilitas lainnya. Beda dengan sekarang, FIT tempat yang disediakan gratis dan akuntabel dimana penanggungjawab dilakukan oleh RS Pemprov,” bebernya.

Olehnya itu, Saifullah menganggap Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman telah memperhitungkan secara matang pemanfaatan anggaran untuk kebutuhan yang tepat sasaran. “Itu membuktikan pak Plt Gubernur melakukan penanganan pandemi secara sistematis dan tidak membuang-buang uang untuk tangani pandemi Covid-19,” tegasnya.

Ridwan
Ridwan Selasa, 21 September 2021 20:25
Komentar