Ketua DPRD Sulsel dukung perluasan program bank sampah di Makassar
TEBARAN.COM,MAKASSAR. — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi menyatakan mendukung penuh perluasan Program Bank Sampah di Kota Makassar sebagai bagian dari upaya mengurangi peningkatan jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat setiap harinya.
“Bila ada warga yang ingin membuat bank sampah, saya siap berpartisipasi. Saya siap ikut membantu, karena persoalan sampah ini tidak lagi menjadi persoalan daerah, tapi menjadi prioritas nasional,” ujar Rachmatika saat reses di wilayah Kelurahan Gunung Sari Baru, Kecamatan Rappocini, Makassar, Rabu.
Menurutnya, dari penyampaian lurah setempat, sudah ada lima bank sampah yang beroperasi dan dikelola secara swadaya oleh masyarakat sekitar melalui pembinaan kelurahan. Upaya ini patut menjadi perhatian, karena ada inisiatif dari warga sadar sampah itu bernilai.
Hadirnya bank sampah di tengah pemukiman warga, kata dia, akan berdampak baik. Sebab ada proses memilah dan memilih antara sampah organik maupun non organik. Secara tidak langsung ada edukasi tentang pengelolaan sampah. “Sampah plastik itu juga bisa menghasilkan cuan (uang) di jual di bank sampah,” tuturnya menyarankan.
Legislator perempuan ini menjelaskan, bank sampah diyakini mereduksi jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir sampah (TPA) Antang di Kecamatan Manggala. Kendala saat ini, lahan TPA sudah melebihi kapasitasnya dan semakin sempit, sementara jumlah sampah dihasilkan semakin meningkat tiap harinya.
Oleh karena itu, bank sampah sangat berguna bagi masyarakat, selain mendapatkan uang juga dapat ditukar dalam bentuk beras khusus sampah bahan plastik. Gerakan sadar mengelola sampah, tutur dia, harus terus digaungkan. Tujuannya, mengurangi volume sampah dan membantu pekerjaan petugas sampah.
Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, tahun 2024 jumlah bank sampah tercatat 1.076 unit yang beroperasi produktif, baik dikelola swadaya masyarakat maupun UPTD Bank Sampah. Ada tiga bank sampah telah menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) mengelola sampahnya demi mengurangi timbulan sampah masuk ke TPA.
Selain persoalan sampah, politisi perempuan disapa akrab Cicu ini turut menawarkan pemanfaatan lahan pekarangan warga melalui Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) inisiatif dari Kementerian Pertanian tahun 2025. Program ini mengoptimalkan pekarangan sebagai sumber gizi keluarga dengan menanami tanaman hortikultura, sayur maupun buah.
“Di sini ada kelompok wanita tani? kalau ada segera ajukan proposal, atau belum ada segera dibentuk. Kami di provinsi siap membantu apa kebutuhan pada program ini, siap difasilitasi. Jadi, pekarangan bisa ditanami pangan bergizi. Silahkan dibuat berupa proposal, nanti dibantu difasilitasi ke Pemprov Sulsel,” ucapnya.
Lurah Gunung Sari Ahmad Abu Bakar menambahkan, ada lima bank sampah di wilayahnya dan akan ditambah. Kendati anggaran alokasi dana kelurahan di APBD terbatas sekitar Rp300 jutaan, namun ia tidak patah arah dan membentuk paguyuban RT/RW setelah pemilihan kemarin. Tujuannya, membantu warga dalam hal kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Kelurahan kami sudah ada bank sampah. Kita sudah bentuk paguyuban RT/RW agar dapat bekerja sama bagaimana mengajak warga sadar memilah sampahnya di wilayah masing-masing. sehingga tidak membebani TPA. Ketua RT dan RW juga sepakat, honor yang diterima disisihkan sedikit untuk membantu keperluan sosial warga, karena alokasi anggaran diterima masih minim,” tuturnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
