Logo Header

Covid-19 Sulsel Melandai, Plt Gubernur Tetap Kontrol BOR Rumah Sakit

Ridwan
Ridwan Senin, 20 September 2021 14:53
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Tempat tidur pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit milik Pemprov Sulsel kini mulai dikonversi kembali untuk pasien umum. Hal ini seiring kian melandainya kasus Covid-19 di Sulawesi Selatan.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Demikian disampaikan Ketua Koordinator Posko Satgas Covid-19 Sulawesi Selatan dr Arman Bausat di Makassar, Senin (20/9/21).

dr Arman mengatakan, pada saat lonjakan kasus Covid-19 terjadi, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman gerak cepat memerintahkan rumah sakit Pemprov segera mengonversi tempat tidurnya.

Di Rumah Sakit Dadi misalnya, sebelum naiknya kasus, tempat tidur pasien umum berjumlah 230 unit. Namun saat kasus corona naik, tempat tidur tersebut langsung dialihfungsikan menjadi tempat tidur pasien covid.

Hal sama dilakukan rumah sakit Pemprov Sulsel lain seperti RS Labuang Baji dan RS Haji.

“Di Rumah Sakit Haji yang tempat tidurnya 200 hampir dia konversi semua. Sekarang kasus harian yang kian menurun, otomatis tadi tempat tidur yang kita konversi untuk pasien covid, dikonversi kembali menjadi tempat tidur pasien umum,” ujar dr Arman yang juga Dirut RS Dadi Makassar.

Kendati demikian, pihaknya terus mengantisipasi kenaikan dengan menyiagakan tempat tidur. Menurut Arman, sejauh ini angka Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit Pemprov secara keseluruhan berada di kisaran 10 – 14 persen. Khusus di RS Dadi yang menjadi posko satgas, kini BOR nya tersisa 2 persen saja.

“Pasien covid di RS Dadi sudah tidak ada yang diisolasi. Tapi di ICU ada dua pasien,” ucapnya.

Arman mengaku, Plt Gubernur terus mengontrol angka BOR rumah sakit meski saat ini kasus covid telah menurun. Bahkan hampir setiap hari, pihaknya dimintai laporan terkait kondisi keterisian tempat tidur.

“Setiap hari Pak Gubernur itu kontrol BOR. Kita tiap hari melapor berapa bor hari ini. Jadi kalau BOR sudah mulai melewati 70 persen, langsung Bapak perintahkan konversi segera,” jelasnya.

Tak hanya itu, Plt Gubernur, kata Arman, juga memerintahkan tetap membuka Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT), baik di BPSDM maupun Asrama Haji.
Keduanya dipertahankan menjadi tempat isoter sebagai antisipasi akses masyarakat yang ingin isolasi. Apalagi, tempat isoter yang sebelumnya dibuka oleh relawan maupun isolasi apung Pemkot Makassar mulai ditutup.

Arman menuturkan, keterisian FIT juga terus berkurang. Di BPSDM tercatat tinggal 7 pasien yang isolasi. Sedangkan Asrama Haji masih di atas 20 an.

“Karena kalau hanya Asrama Haji Sudiang akan menyulitkan masyarakat yang berdomisili di tengah kota. Sudiang kejauhan kasian kalau orang dari Tamalate dan sekitarnya. Kalau Tamalanrea, Biringkanayya kan bisa ke Asrama Haji. Perintahnya Pak Gubernur tetap lanjutkan,” pungkasnya.

Berdasarkan data posko satgas Covid-19, BOR tempat tidur isolasi kini menurun 0,77 persen dibanding kemarin. Begitupun BOR ICU yang juga turun 1,11 persen.

Tempat tidur isolasi secara total di 116 rumah sakit di Sulsel berjumlah 3.109, dan yang terpakai hanya 318.

Sedangkan tempat tidur ICU secara total yang tersedia 359, dan yang terpakai sisa 57. Total keseluruhan BOR saat ini mencapai 10,81 persen.

Ridwan
Ridwan Senin, 20 September 2021 14:53
Komentar