Logo Header

Potret Memprihatinkan Sekolah MIS Rusak Parah di Jeneponto, Siswa Sudah 2 Tahun Belajar di Pos Ronda

Ridwan
Ridwan Selasa, 14 September 2021 15:20
Potret ruangan kelas MIS Beroanging yang sangat memprihatinkan (Foto: Tebaran.com/ Ridwan)
Potret ruangan kelas MIS Beroanging yang sangat memprihatinkan (Foto: Tebaran.com/ Ridwan)

TEBARAN.COM, JENEPONTO – Sebanyak 32 siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) terpaksa harus menjalani proses belajar di pos ronda dan rumah kepala dusun dengan fasilitas seadanya.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Pasalnya, sekolah mereka yang terletak di Dusun Limbua, Desa Beroanging, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulsel rusak parah.

Sekolah yang hanya beralaskan tanah itu sudah dua tahun tidak pernah ditempati belajar oleh siswa. Lantaran bangunannya dibiarkan rusak dan tidak dipedulikan.

Potret ruangan kelas MIS Beroanging sebelum direnovasi.

Menurut salah satu mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Fadel Muhammad, sekolah MIS Beroanging mirip dengan sekolah yang ada di film “Laskar Pelangi”.

“Hanya beralaskan tanah, dinding terbuat dari seng bekas dan gamacca. Kondisinya semua sudah rusak parah,” kata Fadel belum lama ini, saat bakti sosial di sekolah itu.

Potret ruangan kelas MIS Beroanging sebelum direnovasi.

Semenjak dirinya bersama mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) UIN Alauddin Makassar lainya membantu merenovasi sekolah itu, siswa tidak lagi belajar di pos ronda.

“Sebelum direnovasi sekolahnya, siswa belajar di pos ronda samping sekolah atau di rumah pak dusun. Tapi setelah direnovasi, siswanya sudah bisa belajar di dalam kelas,” bebernya.

Baksos HMJ HKI UIN Alauddin Makassar bertajuk “Langkah Kecil Untuk Harapan yang Besar” ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sekolah yang ada di pelosok desa.

Potret ruangan kelas MIS Beroanging pasca direnovasi.

Ketua Himpunan Mahsiswa Jurusan (HMJ) HKI, Umar Buhari mengatakan, sekolah di pelosok harusnya ditopang dengan fasilitas yang memadai demi kenyamanan siswa belajar.

“Kami melaksanakan Baksos di tempat ini karena kami ingin agar adek-adek siswa MIS Beroanging bisa mendapatkan tempat yang layak untuk menuntuk ilmu,” tuturnya.

Di sana, pengurus HMJ HKI merenovasi dengan mengganti dinding yang sudah tidak layak pakai. Kursi dan meja yang rusak diperbaiki. Begitupun dengan papan tulis semua diperbaiki.

Potret ruangan kelas MIS Beroanging pasca direnovasi.

“Walaupun hanya sedikit perubahan. Tapi kami tentu memiliki harap yang sangat besar semoga adek-adek semua bisa menuntuk ilmu di tempat yang layak dan bisa menjadi orang sukses agar bisa membanggakan kedua orang tua, berguna bagi bangsa dan negara,” tandas Umar.

Umar berharap dengan Baksosnya ini bisa jadi jalan pembuka kepada pemerintah, lembaga kemahasiswaan, para dermawan dan masyarakat untuk membantu sekolah MIS Beroangin.

Potret dari luar sekolah MIS Beroanging pasca direnovasi.

Untuk diketahui Baksos HMJ HKI UIN Alauddin Makassar berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu, 10-12 September 2021.

Ridwan
Ridwan Selasa, 14 September 2021 15:20
Komentar