Logo Header

Pesantren Didorong Jadi Basis Penggerak Ekonomi Syariah

Ridwan
Ridwan Sabtu, 11 September 2021 18:18
HMJ PBS UIN Alauddin Makassar menggelar kajian kontemporer di Warkop Mau.co Jln Hertasning Baru, Makassar, Sabtu, 11 September 2021
HMJ PBS UIN Alauddin Makassar menggelar kajian kontemporer di Warkop Mau.co Jln Hertasning Baru, Makassar, Sabtu, 11 September 2021

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perbankan Syariah UIN Alauddin Makassar menggelar kajian kontemporer yang mengusung tema “Menjadikan Pesantren Sebagai Basis Penggerak Ekonomi Syariah”.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Kegiatan tersebut dihadiri 62 peserta yang berlangsung di Warkop Mau.co Jln Hertasning Baru, Makassar, Sabtu, 11 September 2021. Peserta menerapkan protokol kesehatan Covid-19, seperti menjaga jarak, dan memakai masker.

Kajian dipandu oleh Muh Jepri yang dibawakan Dosen Perbankan Syariah, UIN Alauddin Makassar, Dr Nasrullah Bin Sapa. Ia menjelaskan tentang pesantren sebagai institusi pendidikan yang tidak terpisahkan dalam sisitem sosial masyarakat muslim.

“Pesantren merupakan institusi yang melekat dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem sosial masyarakat muslim Indonesia. Terkait hal itu pesantren menjalankan salah-satu fungsi yaitu sebagai institusi yang mencetak sumber daya manusia yang beragama,” jelasnya di hadapan peserta.

Di sisi lain, lanjutnya, pesantren juga membutuhkan optimalisasi pendidikan di bidang ekonomi syariah agar pendidikan pesantren tetap eksis dan mempunyai kekuatan terhadap kebutuhan masyarakat.

“Olehnya itu pendidikan ekonomi syariah di pesantren sangat penting untuk menjadi penggerak ekonomi Syariah,” terangnya.

Nasrullah juga banyak berbicara tentang perkembangan pesantren dari dulu hingga saat ini, tantangan-tantangan ekonomi di Indonesia, dan peranan pesantren dalam ekonomi syariah.

Di akhir, sesi tanya jawab oleh narasumber dan peserta yang berhasil memberikan ilmu dan wawasan baru terkait kepesantrenan dan ekonomi syariah.

Ridwan
Ridwan Sabtu, 11 September 2021 18:18
Komentar