Logo Header

Kasus Bola Mata Anak Dicungkil di Gowa, Kakek dan Paman Ditetapkan Tersangka

Ridwan
Ridwan Minggu, 05 September 2021 20:36
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan menyampaikan perkembangan kasus kekerasan anak di Kabupaten Gowa. Disebut bola matanya dicungkil oleh orang tua sendiri.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Kasus kekerasan terhadap Asmika Putri (6) oleh kedua orang tuanya HAS(43) dan TAU(47), serta Paman US (44) dan Kakeknya BA (70).

Peristiwa terjadi di Lingkungan Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Rabu, 1 September 2021 lalu.

Zulpan mengatakan mereka lakukan diduga karena Pesugihan hingga dipengaruhi halusinasi. Bahwa di dalam tubuh korban terdapat penyakit yang harus dikeluarkan dengan cara dicongkel pada bagian matanya.

Jumat 03 September 2021, lanjutnya orang tua korban, HAS (43) dan TAU (47) telah diobservasi ke RSJ Dadi Makassar untuk memeriksa kejiwaan.

“Dan sekarang masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan dari RSJ Dadi,” ungkap Zulpan dalam keterangannya, Minggu, 5 September 2021.

Sementara pada Sabtu 4 September 2021 dua terduga pelaku lainnya diantaranya kakek korban BA (70) dan Paman korban US (44) telah ditetapkan sebagai tersangka pasca gelar perkara.

“Yang jelas updatenya hari ini. Orang tua korban telah diobservasi ke RSJ Dadi Makassar untuk memeriksa kejiwaan, hasil masih ditunggu, sedangkan kakek dan Paman korban telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Gowa,” terang Zulpan.

Dia mengatakan saat ini Asmika Putri (6) masih dirawat di rumah sakit Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa dan mendapat pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa.

“Dan saya juga sampaikan bahwa Korban direncanakan besok akan dilakukan operasi mata bagian kanan,” jelasnya.

Dia juga menerangkan langkah preventif pihak kepolisian yang akan berkordinasi dengan MUI dan Kemenag, tokoh agama, tokoh masyarakat serta TNI Polri untuk memberikan penyuluhan agama agar kasus seperti ini tidak terulang lagi.

Para pelaku akan dipersangkakan Pasal 44 Ayat 2 Undang-Undang No 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT Jo Pasal 55,56 KUHP atau Pasal 80 (2) Jo Pasal 76 C Undang Undang nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Ridwan
Ridwan Minggu, 05 September 2021 20:36
Komentar