Logo Header

Cerita Kasus Orang Tua di Gowa Tega Cungkil Bola Mata Putri Kecilnya

Ridwan
Ridwan Minggu, 05 September 2021 00:17
Bocah, AP yang baru berusia enam tahun bola matanya oleh orang tuanya.
Bocah, AP yang baru berusia enam tahun bola matanya oleh orang tuanya.

TEBARAN.COM, GOWA – Suami istri di Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) menganiaya anak perempuannya sendiri, Rabu, 1 September 2021 lalu.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Anak perempuan berinisial AP yang baru berusia enam tahun itu dianiaya hingga mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Ceritanya bola mata anak itu ingin dicungkil oleh sang ibu.

Mirisnya, selain kedua orang tuanya, diduga paman dan kakeknya juga turut terlibat dalam penganiayaan anak tersebut.

Paman korban, Bayu menceritakan detik-detik sang anak hendak dicongkel bola matanya. Berawal saat, ia mendengar suara tangisan anak dari dalam rumah pelaku.

Saat itu, Bayu baru saja pulang dari pemakaman karena salah seorang anak dari pelaku meninggal dunia. Sesampainya di rumah suara tangis anak itu pun terdengar.

“Tiba-tiba kayak ada suara teriakan anak kecil,” jelas Bayu, Sabtu 4 September 2021

Setelah masuk, ia mendapati mata bocah itu hendak dicungkil orang tuanya.

Bahkan perbuatan biadab itu disaksikan langsung oleh kakek dan nenek korban. Bayu pun menyelamatkan anak itu.

Bayu mengatakan kedua orang tua AP hilang kesadaran karena diduga terpengaruh ilmu hitam.

“Mungkin orangtua anak ini di luar kesadaran non medis. Jadi orangtuanya seperti memiliki ilmu hitam apa begitu,” ujarnya.

Akibat penganiayaan itu, AP harus dilarikan ke Rumah Sakit Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rachman mengatakan, peristiwa ini masuk kategori kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak di bawah umur.

Hingga kini, pihaknya telah mengamankan lima orang yang dua di antaranya dibawa ke RS Jiwa Dadi Makassar. Sebab, pihaknya menduga dua orang itu mengalami gangguan mental.

“Namun kami masih menunggu pemeriksaan kejiwaan rumah sakit,” kata Boby.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Boby menyebutkan bahwa motif pelaku berbuat kekerasan itu adalah halusinasi dan bisikan gaib.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, motifnya ini adalah halusinasi. Tersangka disebut kerap mendapat bisikan gaib yang mengharuskan melakuka kekerasan kepada korban,” kata Boby.

Ridwan
Ridwan Minggu, 05 September 2021 00:17
Komentar