Logo Header

Pupuk Indonesia Jamin Pupuk Subsidi Aman di Tengah Gangguan Pabrik dan Cuaca Ekstrem

Nuri
Nuri Jumat, 20 Februari 2026 10:28
Pupuk Indonesia Jamin Pupuk Subsidi Aman di Tengah Gangguan Pabrik dan Cuaca Ekstrem

TEBARAN.COM,JAKARTA — PT Pupuk Indonesia (Persero) mengaktifkan strategi darurat nasional untuk menjamin ketersediaan pupuk subsidi di tengah tekanan ganda, yaitu lonjakan permintaan petani di awal musim tanam serta gangguan teknis di pabrik dan distribusi akibat bencana alam.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengungkapkan bahwa perseroan mengoptimalkan seluruh kapasitas produksi dan memperkuat distribusi lintas wilayah untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan.
Hal ini menyusul tingginya antusiasme petani menebus pupuk subsidi di awal tahun 2026.

“Kami bergerak cepat memastikan pasokan nasional tetap terjaga. Optimalisasi produksi di seluruh anak perusahaan sedang digenjot, termasuk mendorong utilitas pabrik agar beroperasi maksimal di tengah berbagai tantangan,” ujar Rahmad dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (19/2/2026).
Saat ini, Pupuk Indonesia menghadapi dua tantangan signifikan. Pertama, proses pemulihan Pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh yang masih berlangsung pascabanjir besar pada akhir 2025.
Padahal, fasilitas ini merupakan lumbung pasokan utama untuk wilayah Sumatra Bagian Utara.
Kedua, kondisi cuaca buruk yang melanda sejumlah wilayah penghasil pangan, mempersulit proses distribusi pupuk dari gudang pusat ke tangan petani.
Untuk menambal kekurangan pasokan dari PIM, Pupuk Indonesia melakukan sejumlah langkah taktis. Salah satunya adalah rekonfigurasi atau realokasi stok antar-gudang di berbagai wilayah.
Stok dari wilayah dengan pasokan berlebih segera dialihkan ke wilayah-wilayah strategis seperti Sumatra Utara dan Jawa yang tengah memasuki masa tanam.
Tidak hanya itu, perseroan juga menjalankan strategi penyesuaian stok dengan mengonversi pupuk nonsubsidi menjadi pupuk bersubsidi. Proses ini dilakukan melalui pewarnaan ulang dan pengantongan khusus di sejumlah fasilitas, guna memenuhi kuota subsidi yang dibutuhkan petani
Strategi ini kami jalankan paralel dengan percepatan pemulihan pabrik yang terdampak bencana. Dengan begitu, kebutuhan jangka pendek dan panjang petani tetap terjamin,” tegas Rahmad.
Dari sisi distribusi, Pupuk Indonesia mengerahkan seluruh infrastruktur logistik terintegrasi, mulai dari pelabuhan, armada kapal, hingga jaringan gudang.

Untuk mempercepat penyaluran hingga ke titik serah (kios), perusahaan bahkan menambah jam operasional gudang.
Seluruh pergerakan stok dan penyaluran dipantau secara real-time melalui sistem digital Command Center. Teknologi ini memastikan tidak ada hambatan distribusi yang luput dari pengawasan, sekaligus menjamin pupuk sampai tepat waktu dan tepat sasaran.
Bagi para petani, proses penebusan pupuk tetap dipermudah melalui aplikasi i-Pubers cukup dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hal ini diharapkan dapat mempercepat akses petani terhadap pupuk di tengah masa tanam yang kritis.
“Dengan sinergi antara teknologi, rekayasa distribusi, dan optimalisasi produksi, kami optimistis kebutuhan pupuk petani di seluruh Indonesia dapat terpenuhi, sehingga musim tanam 2026 berjalan lancar dan produktivitas pangan nasional terjaga,” pungkas Rahmad

Nuri
Nuri Jumat, 20 Februari 2026 10:28
Komentar