Logo Header

Dituduh Maling Sapi, Kamaruddin Tewas di Hutan Gowa Ditebas dan Dicekoki Racun

Ridwan
Ridwan Jumat, 03 September 2021 15:01
Dituduh Maling Sapi, Kamaruddin Tewas di Hutan Gowa Ditebas dan Dicekoki Racun

TEBARAN.COM, GOWA – Empat terduga pelaku berhasil diamankan oleh polisi terkait pembunuhan seorang pria bernama Kamaruddin (25) di Kawasan Inhutani Parangloe, Kabupaten Gowa.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Keempatnya berinisial NR (40), NM (50), SM (50), dan BR (40). Mereka dirungkus setelah dua hari kejadian oleh tim gabungan Resmob Polda Sulsel, Polres Gowa dan Polsek Parangloe, Kamis, 2 September 2021.

Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman mengungkapkan penangkapan terduga pelaku berawal dari informasi dan penyelidikan pihak kepolisian. NR, pelaku yang pertama ditangkap.

“Hasil pengembangan kembali meringkus 3 pelaku lainnya dalam lokasi yang sama di Kampung labbakkang Dusun Sunggumanai Desa Belapunranga Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa,” kata AKP Boby , Jumat, 3 September 2021.

Ke polisi, NR menjelaskan bahwa awalnya Ia bertemu korban Kamaruddin (25) di dalam hutan kayu Jati milik Inhutani.

Saat itu, lanjut Boby, NR sempat menanyakan tujuan korban berada di lokasi kejadian atau TKP. Namun korban hanya menjawab kalau dirinya kebingungan dengan alasan dipengaruhi jin.

Saat bersamaan juga, pelaku spontan mengambil parang milik korban yang ada di sadel motor korban. Di situ, pelaku juga melihat tali tambang warna hijau di dalam tas milik korban yang sedang terbuka.

“Pelaku kemudian emosi lalu menebas kaki korban hingga terjatuh dan korban pun melawan,” ungkap Boby.

Saat korban melawan, NR berlari ke rumah Ketua RT NM (50) dan memanggil SM (50) lalu menyampaikan pencuri sapi ada di hutan.

Karena terprovokasi ke 3 terduga pelaku menuju ke TKP, dan dalam perjalanan bertemu dengan BR (40) kemudian bersama-sama menemui korban di TKP.

Namun sebelum berangkat kata Boby, BR pulang ke rumah mengambil botol yang berisi cairan diduga racun. Saat berada di TKP pelaku melakukan penganiayaan.

“Setelah pelaku berada di samping korban lalu botol yang diduga berisi cairan dituangkan kemulut korban,” terangnya.

Boby juga mengungkapkan, dalam kasus ini peran dari para pelaku berbeda-beda, ada yang memegang betis kaki, memukul pakai kayu hingga meminumkan cairan ke mulut korban.

“Para pelaku ini meninggalkan korban dalam keadaan kritis di TKP dengan beberapa luka lalu ada warga yang menemukan selanjutnya diinformasikan ke grup WhatsApp Kecamatan kemudian, pihak kepolisian menindak lanjuti,” ujarnya.

Boby menjelaskan, korban saat ditemukan oleh pihak kepolisian yang datang ke TKP masih dalam keadaan bernyawa namun kritis dan sempat menyebutkan identitasnya.

Kemudian dibawa ke Puskesmas dengan harapan nyawanya korban dapat tertolong.

“Penyebab kematian korban belum diketahui karena masih menunggu hasil pemeriksaan ahli pasca Autopsi di rumah sakit Bhayangkara Makassar dilakukan,” tandasnya.

Dalam kasus ini pihak penyidik berhasil mengamankan sedikitnya 21 jenis barang bukti dan diantaranya 1 unit sepeda motor Yamaha Vega warna merah hitam DD 3629 BN milik korban.

Sebilah parang tanpa sarung panjang sekira 30 Cm dan 1 buah tas ransel warna Abu-abu Hitam berisi berbagai barang yang diduga milik korban.

“Kini ke 4 pelaku pasca gelar perkara telah ditetapkan sebagai tersangka dan sejak kemarin telah dilakukan penahanan,” ucap Boby.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ke 4 tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 338 dan atau Pasal 170 Ayat ( 3 ) KUHPidana dan atau Pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kapolres Gowa AKBP Tri Goffarudin saat dikonfirmasi terpisah turut berbelasungkawa. Ia juga mengimbau seluruh keluarga tidak melakukan aksi balas dendam.

“Saya yakinkan Polres Gowa akan mem-proses kasus ini secara profesional sesuai harapan pimpinan untuk menjadi Polri yang Presisi,” tegasnya.

Ridwan
Ridwan Jumat, 03 September 2021 15:01
Komentar