Logo Header

Sambut Ramadan 1447 H, Ribuan Warga Tamalate Makassar Padati Jalan dalam Pawai Seribu Obor

Nuri
Nuri Rabu, 18 Februari 2026 12:03
Sambut Ramadan 1447 H, Ribuan Warga Tamalate Makassar Padati Jalan dalam Pawai Seribu Obor

TEBARAN.COM,MAKASSAR– Ribuan obor menerangi gelapnya malam di Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Bukan sekadar pawai biasa, warga dari berbagai kalangan tumpah ruah ke jalan dalam ritual tahunan Pawai Seribu Obor untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Lantunan shalawat Nabi dan tasbih menggema di sepanjang ruas jalan protokol hingga gang-gang sempit pemukiman.
Diiringi tabuhan rebana yang rancak, ribuan warga berjalan kaki dengan penuh sukacita, membawa obor yang menyala sebagai simbol cahaya dan keberkahan di bulan yang dinanti.

Pawai dimulai dari Jalan Mallengkeri Raya, kemudian berkelok memasuki lorong-lorong di Kelurahan Mangasa. Tak hanya diikuti oleh warga setempat, arak-arakan ini juga menarik perhatian warga dari luar wilayah yang ikut bergabung, menciptakan suasana religius yang kental dan meriah.
Sejumlah peserta tampak membawa spanduk bertuliskan ucapan selamat datang Ramadan, sementara anak-anak kecil dengan penuh semangat mengikuti iring-iringan orang tua mereka, lengkap dengan obor mini di tangan.
“Setiap tahun saya ikut, rasanya belum lengkap kalau tidak berjalan malam-malam begini sambil bawa obor. Ini cara kami menunjukkan rasa syukur karena dipertemukan lagi dengan Ramadan,” ujar Siti Aminah (45), warga Mangasa yang hadir bersama ketiga anaknya.
Ketua RW 002 Kelurahan Mangasa, Anwar, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme masyarakat yang luar biasa. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya seremoni belaka, tetapi menjadi sarana memperkuat ukhuwah islamiyah dan kebersamaan antarwarga.
“Alhamdulillah, tahun ini partisipasinya sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan silaturahmi di lingkungan kita masih sangat kuat. Semoga momentum ini bisa menjadi persiapan spiritual kita dalam memasuki bulan Ramadan, sekaligus menjaga kedamaian Kota Makassar melalui kegiatan yang positif dan religius,” ujar Anwar di sela-sela pawai.
Melihat besarnya antusiasme dan dampak positif yang dirasakan, panitia penyelenggara berencana menjadikan Pawai Seribu Obor ini sebagai tradisi tahunan yang tidak hanya digelar saat menyambut Ramadan, tetapi juga saat menyambut Hari Raya Idulfitri.
“Insyaallah, ke depan kami ingin kegiatan ini semakin besar dan terstruktur. Kami juga berharap tradisi ini bisa diwariskan ke generasi muda agar mereka tetap mencintai budaya religius dan menjaga nilai-nilai kebersamaan,” tutup Anwar. (*)

Nuri
Nuri Rabu, 18 Februari 2026 12:03
Komentar