Logo Header

PKB Sulsel Bentuk Tim 5, Mulai Godok Calon Ketua DPC di 24 Kabupaten/Kota

Nuri
Nuri Selasa, 17 Februari 2026 19:50
PKB Sulsel Bentuk Tim 5, Mulai Godok Calon Ketua DPC di 24 Kabupaten/Kota

TEBARAN.COM,MAKASSAR – PKB Sulsel mulai menggodok nama-nama kader yang berpotensi menjadi Ketua DPC kabupaten/kota. Mereka membentuk tim 5 untuk menyiapkan pelaksanaan musyawarah cabang (Muscab).Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad mengatakan selama 2026 ini menjadi fokus untuk penataan struktur. Pihaknya menargetkan tahun ini bisa meyempurnakan kepengurusan hingga tingkat ranting.”Jadi kita membentuk Tim 5 yang bertugas untuk penataan struktur. Tugasnya itu melakukan konsolidasi di tingkat DPC-PAC, untuk mengidentifikasi bukan saja masalah, tapi juga soal kondisi sebenarnya apa yang terjadi di DPC,” ucap Azhar dalam sesi konferensi pers di Kantor DPW PKB Sulsel, Makassar pada Selasa (17/02/2026).Tim 5 ini dipimpin oleh Syamsu Rizal MI sebagai koordinator. Ia didampingi oleh Zulfikar Limolang, Wawan Mattaliu, Rusdi dan Nasra Hasse.”Tim 5 ini gunanya adalah untuk memetakan siapa-siapa kandidat sebenarnya yang tersedia untuk menjadi ketua DPC PKB di setiap kabupaten/kota. Jadi tolong disampaikan pada publik, siapa-siapa saja yang mau berminat jadi ketua PKB, silakan mendaftar,” ujarnya.Azhar menuturkan, Tim 5 akan melakukan penjaringan kandidat, yang kemudian bakal dilaporkan ke DPW. Nantinya DPW melakukan pleno untuk meneruskan nama tersebut ke DPP.”DPP bisa menambah nama-nama itu. Bisa juga mencoret, karena itu memang kewenangan. Setelah itu, bakal dites untuk UKK (uji kompetensi dan kepatutan) pertama oleh pihak ketiga,” katanya.”Setelah hasil tes pihak ketiga, itu kemudian dilaporkan. Dan itulah yang kemudian ikut UKK kedua. Jadi ada UKK satu oleh pihak ketiga, kemudian UKK kedua itu oleh DPP. Kemudian setelah itu diskusi rapat DPP dan disitulah ditetapkan,” tandasnya.Terkait evaluasi kinerja calon ketua petahana, Azhar menyebut model evaluasi salah satu indikatornya melihat capaian kursi legislatif. Namun, ia menegaskan penilaian tidak semata-mata berdasarkan naik atau turunnya jumlah kursi, melainkan ada beberapa faktor lain, termasuk kedekatan dengan media.“Kalau kursinya turun, itu dievaluasi kenapa. Penting pihak ketiga dilibatkan agar objektif. Kita ingin menemukan orang-orang yang siap menghadapi Pemilu 2029. Semua indikator dihitung, bukan hanya soal kursi,” tegasnya.PKB Sulsel juga mulai menyiapkan regenerasi kepemimpinan di tingkat bawah. Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) nantinya diupayakan berasal dari kalangan usia sekitar 30 tahun sebagai respons terhadap dinamika demografi Indonesia yang didominasi generasi muda.Sementara itu, Syamsu Rizal MI menegaskan kesiapan Tim 5 menjalankan tahapan Muscab. Pihaknya inilah yang akan mengatur proses musyawarah cabang yang dibagi dalam enam zona.Wakil Ketua Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN) DPP PKB Zona Sulawesi ini menjelaskan, pelaksanaan Muscab dijadwalkan berlangsung mulai 28 Maret hingga 20 April.”Tugas utama Tim 5 memastikan proses berjalan sesuai mekanisme serta mendorong konsolidasi di daerah. Dan mekanisme pelaksanaan sepenuhnya menjadi kewenangan DPP untuk memfinalisasi,” ungkapnya.Deng Ical juga mengingatkan seluruh pengurus untuk mulai bekerja secara maksimal sejak sekarang. Ia menekankan pentingnya konsolidasi dan penguatan struktur partai sebagai persiapan menghadapi agenda politik ke depan.“Mulai sekarang kita bekerja. Semua pengurus harus memaksimalkan kerja-kerja partai, seolah-olah pemilu berlangsung besok,” tegas anggota DPR RI ini.Wawan menambahkan, bahwa PKB membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk bergabung. Ia menyebut PKB sebagai rumah besar bagi para aktivis di Sulawesi Selatan.“Ini adalah rekrutmen terbuka. Siapa saja boleh datang, siapa saja punya hak untuk terlibat di PKB. Mungkin kantor PKB adalah rumah aktivis paling terbesar di Sulawesi Selatan,” tegasnya.Eks Anggota DPRD Sulsel ini mengundang para aktivis dan tokoh masyarakat untuk ikut berkontribusi membesarkan partai. Ia memastikan partai akan mendorong figur-figur yang memiliki potensi dan kapasitas untuk berkembang.“Kami mengundang aktivis untuk datang ke PKB. PKB akan mendorong orang-orang yang potensinya lebih dari cukup,” kuncinya.

Nuri
Nuri Selasa, 17 Februari 2026 19:50
Komentar