Logo Header

Apresiasi Polri Tangkap Muhammad Kece, LPBH NU Makassar Minta Masyarakat Tetap Tenang

Ridwan
Ridwan Kamis, 26 Agustus 2021 20:43
Pengurus LPBH NU Kota Makassar, Aprilove Anugrah Putera
Pengurus LPBH NU Kota Makassar, Aprilove Anugrah Putera

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Kota Makassar mengapresiasi respon cepat Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap YouTuber Muhammad Kece.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Muhammad Kece ditangkap di Bali, Rabu, 26 Agustus 2021 setelah dilaporkan atas dugaan penistaan agama melalui ceramahnya yang diungguh melalui YouTube.

Dalam cermahnya yang mengandung SARA, merendahkan dan menghina Nabi Muhammad SAW, video tersebut kemudian viral dan membuat resah masyarakat.

Pengurus LPBH NU Kota Makassar, Aprilove Anugrah Putera mengatakan video tersebut sangat membahayakan terutama menyangkut keutuhan umat beragama di Indonesia dan meresahkan umat muslim di Indonesia/

Seharusnya kata dia di tengah pandemi Covid 19 seperti ini harusnya saling menguatkan dan mensupport satu sama lain tanpa melihat latar belakang SARA agar Indonesia cepat pulih dan terbebas dari pandemi yang sudah 2 tahun belakangan ini melanda.

“Bukan malah saling menghina, menghasut dan menyebarkan ujaran/konten untuk saling membenci,” kata Aprilove Anugrah Putera, Kamis, 26 Agustus 2021.

Aprilove juga meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi atas video tersebut.

“Kami dari LPBH NU Kota Makassar juga menghimbau masyarakat khususnya umat Muslim di Indonesia untuk tidak mudah terpancing dan terprovokasi untuk melakukan hal-hal yang kurang terpuji dengan ada nya Video tersebut,” serunya.

“Indonesia adalah negara hukum, maka dari itu kita serahkan semua nya pada pihak berwajib untuk menjalankan proses hukum nya, kita cukup mengawal proses hukum nya agar berjalan lancar,” tambahnya.

Aprilove menuturkan, ucapan Muhammad Kace dalam video di YouTube dinilai sangat jelas menistakan agama, sesuai aturan yang berlaku di Indonesia.

“Muhammad Kece kemungkinan terjerat UU ITE Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 156 huruf a KUHPidana,” pungkasnya.

Ridwan
Ridwan Kamis, 26 Agustus 2021 20:43
Komentar