Logo Header

Tiga Mahasiswi Unhas Sabet Medali Perunggu di Kompetisi Internasional di Malaysia

Ridwan
Ridwan Kamis, 26 Agustus 2021 11:45
Tiga Mahasiswi Unhas Sabet Medali Perunggu di Kompetisi Internasional di Malaysia

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Tiga mahasiswi Universitas Hasanuddin (Unhas) memenangkan bronze medal dalam kompetisi research output video pada kegiatan “Advancement of IR 4.0 for Agriculture Sustainability and Food Security” yang dilakukan secara virtual di Malaysia pada 10 Agustus lalu.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Mereka adalah Fadila, Dwi Mentari Thamsyul, dan Nur Azni. Ketiganya merupakan mahasiswi Jurusan Keteknikan Pertanian Unhas.

Kompetisi ini diadakan oleh Department of Science and Technology, Faculty of Humanities, Management and Science, Universiti Putra Malaysia Bintulu Campus (UPMKB) yang berkolaborasi dengan Malaysian Society of Agricultural and Food Engineer (MSAE) dengan pengembangan 7th Agricultural Engineering Annual Regional Convention 2021 (7th ARC 2021).

“Program ini bisa membangun jaringan institusi, industri dan masyarakat di tingkat nasional dan internasional,” ucap Fadilah melalui wawancara via Whatsapp, Rabu 25 Agustus 2021.

Ia menjelaskan proyek yang ia kerjakan bersama tim adalah merancang alat pembersih eceng gondok.

“Alat ini dirancang dengan penerapan teknologi IoT yang mampu memudahkan pengguna karena alat ini menggunakan sistem kontrol otomatis yang akan dikendalikan menggunakan smartphone dan alat ini juga ramah lingkungan karena menggunakan sumber energi dari panel surya,” jelasnya.

Selain itu, alat ini juga dilengkapi mesin pencacah yang bisa memotong suatu bahan menjadi bagian kecil sehingga bahan yang bisa diolah tidak hanya eceng gondok, bisa juga sampah, rumput, dan lainnya.

Fadilah mengaku, ia dan timnya termotivasi membuat alat ini karena tingginya pertumbuhan tanaman eceng gondok yang menganggu ekosistem air.

“Kami berinovasi untuk membuat sebuah kontruksi alat pencacah eceng gondok guna mengatasi pertumbuhan yang pesat pada daerah perairan, dan dengan adanya alat tersebut mampu membantu Masyarakat dalam mengatasi masalah dan juga membuat pekerjaan menjadi lebih mudah,” ungkapnya.

Ia juga menceritakan pengalamanya selama mengerjakan proyek lomba komunikasi tim dan dosen pembimbing kurang karena jaringan yang tidak memadai.

“Yang menjadi hambatan dalam membuat karya ini yaitu pada jaringan yang tidak stabil sehingga komunikasi antar tim dan dosen pembimbing bisa dikatakan kurang maksimal namun masih bisa diatasi,” bebernya.

Penulis : Susan Alwia
Ridwan
Ridwan Kamis, 26 Agustus 2021 11:45
Komentar