Logo Header

Pemuka Agama dan Polda Sulsel Berkumpul Bahas Vaksin, Teroris hingga Korupsi

Ridwan
Ridwan Rabu, 25 Agustus 2021 16:27
Pemuka Agama dan Polda Sulsel Berkumpul Bahas Vaksin, Teroris hingga Korupsi

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Pemuka agama dan Polda Sulawesi Selatan berkumpul membahas berbagai hal mulai soal vaksin, korupsi hingga teroris di SMK SMTI Negeri Pajjaiyyang Daya Makassar, Rabu, 25 Agustus 2021.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Dalam pertemuan itu kurang lebih 100 peserta hadir yang berasal dari perwakilan Ormas, komunitas masyarakat dan asosiasi mitra Polri. Juga tokoh/penyuluh agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan pimpinan pondok pesantren di Sulsel.

AKBP H Burhan, mewakili Kapolda Sulsel dan Ketua FKPT Sulsel diwakili Kabid Penelitian FKPT Dr HM Ishaq Shamad menjadi narasumber.

Kabid Penelitian FKPT Sulsel M Ishaq Shamad membahas soal peningkatan kepedulian untuk Indonesia maju di tengah pandemi Covid-19.

Kata dia, saat ini, sangat penting untuk saling peduli dengan berusaha menerapkan protokol kesehatan, mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker, serta berusaha berdoa dan mendekatkan diri kepada tuhan yang Maha Esa.

Selain itu, bangsa Indonesia sangat membutuhkan dukungan dari segenap rakyat Indonesia untuk bersama-sama memutus mata rantai Covid-19.

Selanjutnya, sangat penting untuk saling menghargai satu sama lain, karena Islam mengajarkan manusia di hadapan Tuhan semuanya sama, kecuali nilai taqwanya.

“Demikian pula manusia diciptakan memang berbeda-beda untuk saling melengkapi kekurangan masing-masing,” jelasnya.

Dia berharap agar masyarakat dapat berpartisipasi meningkatkan literasi bermedia sosial. Menurutnya, Islam mengajarkan untuk melakukan tabayun atau menyeleksi informasi yang diterima.

Dari hasil penelitian BNPT/FKPT di Sulsel kata dia menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam mengakses internet. Umumnya mereka mengakses internet untuk mendapatkan informasi, baik keagamaan maupun lainnya.

“Oleh karena itu, peserta diajak untuk memajukan Indonesia dengan literasi digital yang baik, saling menghargai sesama manusia, saling membantu dan saling memberi bagi yang membutuhkan,” tuturnya.

Ishaq juga mengatakan bahwa Indonesia memiliki ribuan pulau, bahasa yang beragam dan bersuku suku yang berbeda tapi semua disatukan dengan somboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Coba kita bandingkan dengan bangsa Arab, yang bahasanya hanya satu, tetapi masih sering ada perang disana. Jadi mari jaga Indonesia kita,” ajaknya.

Sementara itu, AKBP H Burhan meminta kepada pemuka agama membantu mengingtkan masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban untuk mencegah tindakan kriminalitas.

“Selain itu, untuk mengingatkan umat kita agar senantiasa saling peduli dan saling membantu, terutama mengingatkan agar generasi kita jangan terlibat masalah Narkoba,” katanya.

“Mengingatkan anggota keluarga untuk menggunakan Hp dengan bijak. Belum lagi masalah ujaran kebencian, makanya semua pemuka agama diharapkan ikut berperan melawan mereka,” ajaknya.

Dia mengatakan, tidak ada agama yang mengajarkan kebencian. Harusnya bangsa Indonesia sudah bisa naik ke luar angkasa, tapi masih berkutat dengan cuci tangan dan lainnya.

“Oleh karena itu, jangan mencampurkan ajaran materi agama yang bisa menyinggung penganut agama lainnya,” terangnya.

Menurutnya Timur Tengah, perang terus karena perbedaan diperuncing.

“Tapi Alhamdulilah khususnya di Sulsel tidak ada gangguan, umat bisa tidur dengan nyenyak. Namun perlu waspadai jika ada orang tertentu yang ingin membuat gaduh,” tandas Burhan.

Pada sesi tanya jawab, perwakilan Pesantren Raudhatul Jannah mepertanyakan banyak orang tinggi ilmunya, tapi akhlaqnya buruk? Kenapa terjadi Korupsi, kenapa ada radikal dan teroris?.

Perwakilan agama Budha juga menanyakan soal orang terlalu bebas berpendapat dan berekspresi sampai menghina penganut agama lainnya.

Kemudian, perwakilan penyuluh agama Islam menanyakan keabsahan vaksin, karena ada sejumlah korban sampai meninggal.

Menjawab itu, Burhan menjelaskan bahwa orang yang tinggi ilmunya tetapi kurang berakhlaq, karena masih kurang pengamalan ilmu dan imannya.

Demikian juga koruptor harus diadili, karena mengambil uang rakyat.

“Vaksin sudah bagus sebagai ikhtiar kita menangkal virus, tetapi sebelum divaksin, ada SOP-nya yang harus diikuti melalui screening,” jawabnya.

Ishaq Shamad menjawab dengan mengemukakan bahwa Nabi Muhammad Saw diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlaq manusia.

Jika ditanyakan kenapa ada radikalis dan teroris, karena ada yang merasa tidak ada keadilan, dan pemahaman agama yang berbeda.

“Dia tidak bisa membedakan agama dan ilmu agama. Misalnya, Agama Islam mengajarkan shalat adalah wajib, tetapi bagaimana syaratnya, itulah Ilmu agama, sering ada yang berbeda- beda dalam pengamalannya,” jelasnya.

Lanjutnya, ada orang yang menganggap ilmu agama, itulah agama, sehingga jika dia berbeda dengannya, maka dianggap kafir/thogut. Padahal dalam Islam perbedaan adalah keniscayaan.

Selanjutnya, kenapa terlalu bebas berpendapat, dan adanya penyalahgunaan Medsos yang menjelekkan penganut agama lain. Disinilah peran tokoh/penyuluh agama untuk membimbing masyarakat menggunakan Medsos secara bijaksana. Tidak mudah terprovokasi dan banyak mengecek kebenaran informasi yang diterima.

“Sebab di masa sekarang, kadang info yang salah bisa jadi benar, dan kadang info benar bisa jadi salah, khususnya di Medsos, dibutuhkan tabayun, termasuk info tentang vaksin, tidak usah takut divaksin, karena ada prosedurnya dan ini salah satu ikhtiar kita yang baik untuk bisa selamatkan Bangsa dan Negara kita,” jelasnya.

Ridwan
Ridwan Rabu, 25 Agustus 2021 16:27
Komentar