Logo Header

Sulsel Kebut Vaksinasi, Sehari Andalan Hadiri Dua Titik Vaksinasi Massal

Ridwan
Ridwan Rabu, 28 Juli 2021 20:26
Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman hadiri vaksinasi Kadin Sulsel di Hotel Four Point by Sheraton, Rabu, 28 Juli 2021
Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman hadiri vaksinasi Kadin Sulsel di Hotel Four Point by Sheraton, Rabu, 28 Juli 2021

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Rabu 28 Juli 2021, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri dua lokasi pelaksanaan vaksinasi massal. Pertama, di Hotel Four Point by Sheraton, Makassar yang digelar Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulsel. Titik kedua di Pelabuhan Makassar yang dilaksanakan oleh PT Pelindo IV.

Untuk vaksinasi oleh Kadin Sulsel dengan sasaran Sekretariat Kadin, pengusaha UMKM dan Asosiasi. Sementara vaksinasi oleh Pelindo menargetkan 3.000 orang dengan sasaran supir truk, pengendara ojek online (ojol), tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dan buruh pelabuhan.

Di Pelabuhan, dirangkaikan dengan Deklarasi Area Pelabuhan Utama Makassar Wajib Vaksin Covid-19. Deklarasi ini menandakan Kawasan Pelabuhan Makassar menjadi area wajib vaksinasi yang dilaksanakan oleh PT. Pelindo IV beesama Pemprov Sulsel, Lantamal VI dan seluruh stakeholder Pelabuhan Makassar.

Deklarasi area wajib vaksinasi ini menjadi yang pertama di Sulsel, bahkan di Indonesia. Olehnya itu, diharapkan, pelabuhan lainnya ataupun bandara di Sulsel bisa turut ikut serta dalam deklarasi area wajib vaksinasi.

“Alhamdulillah kita tentu apresiasi pada pelaksanaan vaksinasi massal ini, karena telah membantu Pemerintah untuk melaksanakan program percepatan kebut vaksinasi,” kata Andi Sudirman.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini sejalan dengan program ‘Sulsel Kebut Vaksinasi’ yang diinisiasi oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Menurutnya, vaksinasi sebagai salah satu langkah menekan penyebaran dengan membangun herd immunity (Kekebalan Kelompok).

“Ini menjadi langkah hulu harus kita kejar, sebagai upaya untuk proses bagaimana membangun herd immunity dan proteksi terhadap terpaparnya Covid-19 yang bisa berakibat fatal,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan dari Wamenkes, kata Andi Sudirman, sekitar 94% kematian pasien Covid-19 meninggal dalam keadaan belum divaksinasi.

“Jadi ini menjadi semangat dan dorongan bagi masyarakat untuk terus mempercepat vaksinasi. Kita percepat dengan stok yang kita miliki. Kita kebut dan diharapkan kabupaten/kota, kita bersama-sama dengan organisasi/perusahaan lainnya untuk turun sama-sama dalam percepatan vaksinasi,” pintanya.

Ia pun mengakui, jika ada kekurangan stok vaksin. Namun hal itu atas tingginya animo masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Pemprov Sulsel pun masih sementara menunggu tambahan vaksin.

Pria yang akrab disapa Andalan ini pun mengajak untuk para organisasi serta perusahaan lainnya untuk turut serta mendukung dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Saat ini, Pemprov Sulsel memprioritaskan vaksin dilakukan di wilayah aglomerasi yang meliputi kawasan Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa/Gowa, Takalar). Mengingat wilayah ini pergerakan masyarakat tinggi.

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, kata dia, masyarakat perlu menjadi era new normal. Dimana dalam menjalani aktivitas sembari menjaga imun dan menjaga protokol kesehatan.

“Kita harus survive dengan berikhtiar, menjaga imun serta disiplin protokol kesehatan,” pintanya.

Andi Sudirman pun mengaku, bahwa Pemprov menyiapkan Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT) bagi masyarakat terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala (OTG) ataupun gejala ringan di Asrama Haji Sudiang Makassar. FIT ini terintegrasi dengan layanan telemedicine ‘Hallo Dokter’. Dimana Pemprov Sulsel menyiapkan sekitar 2000 tempat tidur untuk FIT.

Pria yang akrab disapa Andalan ini pun menghanturkan terima kasih terhadap seluruh pihak yang turut membantu dalam upaya kebut vaksinasi Covid-19.

“Kami mendukung kepala daerah (Bupati/Walikota), silahkan berimprovisasi dan berinovasi. Karena belum ada rumusan baku dalam menangani pandemi ini. Maka dilakukan pendekatan segala rumusan yang dilalukan untuk lebih baik. Intinya, tujuan akhirnya sama untuk kepentingan dan keselamatan masyarakat banyak,” pungkasnya.

Ridwan
Ridwan Rabu, 28 Juli 2021 20:26
Komentar