Logo Header

Tak Membantu Urus Jenazah Covid, Walkot Makassar: Saya Mau, tapi Dilarang Masuk Makam Macanda

Ridwan
Ridwan Rabu, 28 Juli 2021 13:22
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengaku ingin membantu proses pemakaman jenazah Covid-19 hanya saja aturan melarang masuk di pemakaman khusus Covid-19 di Macanda, Kabuapaten Gowa.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Hal ini disampaikan Danny Pomanto merespons adanya jenazah Covid-19 yang tertahan 24 jam di RSUD Daya Makassar hingga membusuk karena lambat dijemput oleh petugas untuk dimakamkan di perkuburan Covid mikik Provinsi Sulsel.

“Saya mau minta, kalau memang begitu (ada jenazah COVID-19 tertahan) biar Pemerintah kota bantu, nggak apa-apa. Cuma kan persoalannya aturannya yang begitu, di Macanda (pemakaman khusus COVID-19) itu tidak bisa masuk kalau bukan Provinsi,” kata Danny dikutip dari detikcom, Rabu, 28 Juli 2021.

Sebelumnya diberitakan Koordinator Posko Satgas Covid-19 Provinsi Sulsel, dr Arman Bausat telah merespons Direktur RSUD Daya Makassar, dr, Ardin Sani yang mengeluhkan lambatnya penjemputan jenazah Covid dari Satgas Sulsel.

Dokter Amran mengatakan tim Satgas Covid-19 provinsi kewalahan karena harus melayani tujuh rumah sakit milik Pemprov Sulsel, ditambah rumah sakit swasta di Makassar.

Oleh karena itu kata dia, tentu saja butuh support atau dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Paling tidak, khusus untuk rumah sakit dibawah naungan Pemkot, termasuk RSUD Daya Makassar.

Karena menurut Dokter Arman, peran Satgas Provinsi Sulsel sebenarnya hanya membantu bila diperlukan. Tetapi selama ini, satgas provinsi menjalani peran utama, tanpa ada support dari pemerintah Kota Makassar.

“Kami sudah melakukan semaksimal mungkin. Tapi dengan meningkatnya kasus kematian belakangan ini, tentu butuh dukungan Pemkot Makassar. Apalagi kan sudah dikoordinasikan sebelumnya,” bebernya, Selasa, 27 Juli 2021.

Ini diakuinya bahwa sebelumnya telah melakukan koordinasi langsung dengan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, agar membantu proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19. Dan disetujui, dengan menyiapkan tiga ambulans jenazah.

“Saya sudah berkoordinasi sebelumnya dengan Wali Kota Makassar. Pemkot menyediakan tiga mobil ambulans jenazah, khusus untuk mengantar jenazah dari rumah sakit milik pemerintah kota, dan mengantar jenazah warga Kota Makassar yang meninggal di rumah,” jelasnya.

Ia menjelaskan tingkat kematian akibat Covid-19 belakang ini cukup tinggi. Bahkan pada hari Sabtu, 24 Juli 2021 lalu, ada 21 kasus kematian yang harus diurus oleh tim.

“Hari Sabtu itu ada 21 kasus kematian. Satu jenazah itu butuh waktu sekitar dua jam. Dan hari ini, kami mengurus sembilan kematian,” ujar Dokter Arman.

Ridwan
Ridwan Rabu, 28 Juli 2021 13:22
Komentar