Logo Header

Dilaporkan Hoaks Hamil, Korban Satpol PP: Tukang Urut yang Katakan Saya Hamil

Ridwan
Ridwan Jumat, 23 Juli 2021 09:03
Pasutri, Nur Halim, (26) dan istrinya Amriana, (34) korban pemukulan oknum Satpol PP di Kabupaten Gowa, Mardani Hamdan
Pasutri, Nur Halim, (26) dan istrinya Amriana, (34) korban pemukulan oknum Satpol PP di Kabupaten Gowa, Mardani Hamdan

TEBARAN.COM, GOWA – Kasus pemukulan Pasutri yang dilakukan oknum Satpol PP Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan masih terus hangat diperbincangkan.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Meski sang pelaku Mardani Hamdan telah ditetapkan tersangka dan kini ditahan di Polres Gowa untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kendati demikian, kasus pemukulan Pasutri Nur Halim, (26) dan istrinya Amriana, (34) ini masih terus berlanjut. Sejumlah kalangan masih mempermasalahkan benar tidaknya soal kehamilan Amriana.

Babak baru, korban Pasutri saat ini dilaporkan ke Polres Gowa oleh Brigade Muslim Indonesia, karena dituding menyampaikan berita bohong atau hoaks di media sosial soal kehamilan Amriana.

Meski Nur Halim dan Amriana sendiri telah banyak memberikan pernyataan soal kehamilan itu. Bahkan Amriana sendiri mengaku sempat pernah memeriksakan kandungannya kepada tukang urut, bukan dokter.

Meski bukan ke dokter kandungan, Amriana tetap yakin dengan kehamilan dirinya. Karena diakuinya kehamilannya tidak memang tidak bisa dijangkau logika. Dengan kondisi perutnya yang kembang kempis.

“Hanya di tukang urut. Masalahnya, ini pengobatan saya sendiri pak. Memang tidak bisa dijangkau dengan pikiran logika. Jadi tukang urut yang katakan saya hamil,” ungkapnya dikutip di Kumparan, Jumat, 23 Juli 2021.

Bahkan saat itu Amriana berbicara soal kondisi perutnya yang kembang kempis.

“Bisa buka semua FB saya, tiap bulan, tiap bulan, perut saya bagaimana, bagaimana. Kadang ini besar, sebentar agak kempis, sebentar besar, sebentar kempis,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Pasutri, Nur Halim, (26) dan istrinya Amriana, (34) korban pemukulan oknum Satpol PP di Kabupaten Gowa, Mardani Hamdan, kini dilaporkan ke Polres Gowa soal berita bohong.

Pasutri dilaporkan oleh Brigade Muslim Indonesia, karena dituding menyampaikan berita bohong atau hoaks di media sosial soal kehamilan Amriana saat dianiaya tersangka Mardani Hamdan beberapa waktu lalu.

“Kami laporkan kedua orang itu di Mapolres Gowa. Alat bukti yang kami bawa salah satunya rekaman video live Facebook si Ivan (Nur Halim) yang menyatakan istrinya itu hamil,” kata Ketua Brigade Muslim Indonesia, Zulkifli kepada wartawan, Kamis 22 Juli 2021.

Zulkifli mengaku awalnya merasa ibah dan kasihan terhadap Amriana dan Nur Halim, karena mengalami tindakan arogan dari oknum Satpol PP saat operasi penertiban Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Bahkan rasa kasihan itu, karena dia (Amriana) merupakan sosok perempuan yang tengah mengandung atau hamil.

Tetapi, rasa kasihan kian pudar, setelah Nur Halim (suami Amriana) belakangan dengan blak-blakan mengaku bahwa istrinya tidak hamil. Hal itu dikuatkan dengan hasil USG negatif, walaupun perut Amriana buncit.

“Dia itu tegaskan bahwa istrinya hamil. Saya tidak kenal dengan pak Satpol PP. Saya juga tak kenal dengan pemilik kafe (korban). Ini murni untuk keadilan hukum,” bebernya.

Pelaporan Brigade Muslim Indonesia dibenarkan Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan.

“Benar pada pukul 13.00 (Kamis, 22 Juli 2021) Brigade Muslim Indonesia telah mengadukan terkait postingan yang diduga berita hoax di media sosial,” ujarnya.

Ridwan
Ridwan Jumat, 23 Juli 2021 09:03
Komentar