Logo Header

Didakwa Terima Suap Rp13 Miliar, Nurdin Abdullah Tak Ajukan Eksepsi

Ridwan
Ridwan Kamis, 22 Juli 2021 19:31
Nurdin Abdullah
Nurdin Abdullah

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah menjalani sidang dakwaan perdana dalam kasus dugaan korupsi suap dan gratifikasi pada proyek pembangunan infrastruktur di Sulsel.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Sidang dipimpin hakim ketua, Ibrahim Palino di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, Kamis 22 Juli 2021. Nurdin Abdullah hadir secara virtual dari rumah tahanan KPK di Jakarta.

Dalam sidang dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Muhammad Asri mendakwah Nurdin Abudllah menerima sejumlah dugaan suap dari kontraktor dengan total sekitar Rp 13 miliar.

Dari Anggu Rp 2,5 miliar dan SGD 150 ribu atau senilai Rp 1,59 miliar (kurs dolar Singapura Rp 10.644). Selain itu, Nurdin menerima dari kontraktor lain senilai Rp 6,5 miliar dan SGD 200 ribu atau senilai Rp 2,1 miliar (kurs dolar Singapura Rp 10.644).

“Kalau kita total-total, kurang-lebih Rp 13 miliar,” ujar jaksa KPK Muhammad Asri dikutip dari detikcom.

Nurdin Abdullah didakwa dengan pasal berlapis yakni, pasal 11 dan pasal 12 huruf a dan b Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KHUPidana juncto pasal 64 ayat (1) KHUPidana.

“Mengenai dakwaan yang didakwakan kepada saudara Nurdin Abdullah itu kami memasang atau menerapkan pasal dengan dakwaan kumulatif. Kumulatif artinya, bukan hanya satu perbuatan tetapi ada dua perbuatan secara akumulasi,” kata Asri.

Menanggapi dakwaan tersebut, Nurdin Abdullah tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan.

“Kami tidak ajukan eksepsi pada sidang selanjutnya,” kata NA dalam persidangan.

Sementara itu, penasehat hukum Nurdin Abdullah, Irwan, mengatakan pihaknya tidak mengajukan eksepsi untuk mempercepat jalannya persidangan.

“Kami tidak mengajukan eksepsi. Alasannya supaya langsung pembuktian untuk mempercepat persidangan, ” kata Irwan ditemui seusai sidang.

Menanggapi dakwaan JPU KPK kepada terhadap, Irwan mengaku, hal tersebut masih bersifat dugaan. Sehingga harus dibuktikan dalam persidangan selanjutnya.

“Dakwaan itukan dugaan-dugaan yang dialamatkan kepada terdakwa dan itu butuh proses. Jadi nanti fakta persidangan yang menjelaskan, nanti membuktikan bahwa dakwaan ini benar atau tidak, ” imbuhnya.

Selanjutnya, sidang kembali akan digelar kembali pada Kamis 29 Juli pekan depan di Pengadilan Tipikor Makassar.

Ridwan
Ridwan Kamis, 22 Juli 2021 19:31
Komentar