Logo Header

Jadi Tersangka, Satpol PP Pemukul Pasutri di Gowa Belum Ditahan

Ridwan
Ridwan Sabtu, 17 Juli 2021 00:15
Kapolres Gowa, AKBP Tri Goffarudin Pulungan memberikan keterangan terkait kasus kekerasan Oknum Satpol PP yang kini jadi tersangka, Jum'at, 16 Juli 2021.
Kapolres Gowa, AKBP Tri Goffarudin Pulungan memberikan keterangan terkait kasus kekerasan Oknum Satpol PP yang kini jadi tersangka, Jum'at, 16 Juli 2021.

TEBARAN.COM, GOWA – Setelah dilaporkan ke polisi, Sekretaris Satpol PP Gowa, Mardani Hamdan kini resmi jadi tersangka, Jumat, 16 Juli 2021.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Mardani dilaporkan ke polisi akibat memukul pasangan suami-istri saat razia PPKM di wilayah Panciro, Kabupaten Gowa, Rabu, 4 Juli 2021 malam.

Mardani ditetapkan tersangka setelah menjalani pemeriksaan selama lima jam, sejak Kamis, 15 Juli 2021 kemarin. Kemudian penyidik melakukan gelar perkara menaikkan statusnya sebagai tersangka.

“Statusnya kita tingkatkan menjadi tersangka,” kata Kapolres Gowa AKBP Tri Goffaruddin Pulungan dalam keterangan persnya, Jumat, 16 Juli 2021.

Goffaruddin mengungkapkan bahwa kasus penganiayaan tersebut ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

Meski jadi tersangka, polisi tak melakukan penahanan. Goffaruddin menyebut status tersangka sebagai aparatur sipil negara (ASN) menjadi pertimbangan tersendiri.

“Karena tersangkanya seorang ASN akan dilakukan juga pemeriksaan internal dari pihak Pemkab dan saat ini,” ucapnya.

Namun, Goffaruddin mengatakan, jika pemeriksaan internal rampung, Mardani akan segera ditahan pihak kepolisian.

“Nanti setelah rampung nanti akan diserahkan dari pihak Pemkab ke kita. Tapi intinya sudah sebagai tersangka,” ujar Goffaruddin.

“Kita tunggu nanti dari pemeriksaan internal pemda baru penyerahan ke kita,” imbuhnya.

Akibat penganiayaan tersebut, Mardani dijerat polisi Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.

“Ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Ridwan
Ridwan Sabtu, 17 Juli 2021 00:15
Komentar