Logo Header

Ayah Beristri 4 di Makassar Tega Perkosa Anak Kandung Sendiri, Alasannya Begini

Ridwan
Ridwan Selasa, 13 Juli 2021 02:15
Ilustrasi pemerkosaan (Foto: Okezone)
Ilustrasi pemerkosaan (Foto: Okezone)

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Seorang ayah berinisial RS (41) di Kota Makassar tega merenggut keperawanan anak kandungnya sendiri, PS (18). Demi memuaskan nafsu birahinya. Meski pelaku telah memiliki empat istri.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Aksi pemerkosaan ini terjadi di kamar sebuah wisma di Jalan Tarakan, Kecamatan Wajo, Jumat, 7 Juli 2021 lalu. Dua bulan PS memendam kejadian memilukan itu setelah akhirnya berani menceritakan kepada sang ibu.

Sang anak, PS baru menceritakan kejadian pahit itu karena mendapat tekanan dan ancaman dari sang ayah bejat. Apa lagi mereka tinggal dalam satu atap alias serumah.

Setelah menceritakan aksi bejat sang ayah kepada ibunya. PS dan ibunya kemudian melaporkan kejadian itu di Polres Pelabuhan Makassar, Jumat, 7 Juli 2021.

Tak lama setelah laporan masuk, polisi pun langsung bergerak mengamankan pelaku di kediamannya di Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.

“Butuh waktu dua bulan sampai akhirnya korban mau menceritakan kejadian pahit yang dialaminya ke ibu kandungnya, terlebih korban dan terduga pelaku tinggal satu atap,” kata Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim.

Kadarislam menerangkan, dalam melancarkan aksi bejat pelaku, korban diiming-imingi akan dibelikan sebuah barang, sampai akhirnya korban dibawa ke wisma.

“Sampai di sana, bapaknya ini langsung melakukan pengancaman dan pemaksaan, terus ditindih kedua kakinya, lalu dilakukanlah pemerkosaan,” ungkap Kadarislam di kantornya, Senin, 12 Juli 2021.

Alasan Pelaku

Dalam pengakuan pelaku, RS, sebelum terjadi pemerkosaan di wisma. Dia pernah dua kali melakukan upaya pemerkosaan dengan memanfaatkan situasi yang sepih di rumahnya.

RS mengatakan, korban merupakan anak bungsunya dari dua bersaudara yang lahir dari pernikahan pertamanya. Alasannya menyetubuhi anak gadisnya karena khilaf.

“Sudah empat kali menikah saya Pak. Saya khilaf Pak, tidak bisa saya kontrol diriku,” ujarnya.

Dulu RS, karyawan perusahaan Swasta. Kesehari-harianya bekerja di bidang kemasyarakatan dan bergabung di salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat di Makassar.

RS telah ditetapkan tersangka, dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Sementara sang korban PS, kini diberikan trauma healing oleh pihak kepolisian. Dia ditempatkan di sebuah rumah bersama ibunya.

Ridwan
Ridwan Selasa, 13 Juli 2021 02:15
Komentar