Logo Header

Serapan Anggaran Pemprov Sulsel Rendah, Ini Penjelasan Bappelitbangda

Ridwan
Ridwan Sabtu, 19 Juni 2021 15:51
Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel Andi Darmawan Bintang
Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel Andi Darmawan Bintang

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Sulsel hingga 15 Juni 2021 terpantau masih rendah. Dari target pemerintah realisasi belanja minimal 40 persen.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Data Kemendagri, Sulsel masuk tiga terbawah disusul Bali dan Papua Barat. Serapan anggaran atau belanja daerah Pemprov Sulsel masih di angka 20,36 persen di bawah dari rata-rata serapan di angka 27,90 persen.

Menggapai itu Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel Andi Darmawan Bintang mengatakan bahwa ada beberapa hal yang mempengaruhi sehingga serapan anggaran Pemprov Sulsel masih jauh dari harapan.

“Jadi anggaran kita dipengaruhi beberapa segmen anggaran cukup besar memengaruhi anggaran kita,” kata Darmawan, Sabtu, 19 Juni 2021

Pertama kata dia, karena adanya dana pinjaman yang tidak digunakan yang merupakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp1 triliun.

“Itu pinjaman Rp 1 triliun lebih, tapi tidak dimanfaatkan, itu merupakan pembagi dalam realisasi anggaran. Contoh, ada idle (dana yang tidak digunakan) dari Stadion Mattoanging, itu kan idle terus,” kata jelasnya.

Kedua, lanjutnya, ada juga dana Rp 1 triliun lebih itu dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang melekat ke Pemprov Sulsel.

“Tapi kita hanya menyalurkan saja sebenarnya, dan itu tergantung dari bagaimana proses penyerapannya di kabupaten/kota. Jadi sudah Rp 2 triliun lebih memangmi,” katanya.

Ketiga, lanjut lelaki yang juga menjabat Kadis Ketenagakerjaan dan Transmigrasi itu, semua proses yang berkaitan dengan pelaksanaan fisik terutama di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

“Itu memang kita lagi mengutamakan pembangunan infrastruktur. Dan disanakan cukup besar (anggarannya), proses yang lagi berjalan sekarang itu dalam proses tender sebagian,” ujarnya.

“Kita berharap memang sebagian besar akan muncul di triwulan III dan triwulan IV. Karena mereka (pihak ketiga) meminta uang muka, kemudian mereka meminta presentase pembayaran berdasarkan progres lapangan dan triwulan IV menjadi presentase penyerapan anggaran tersebut,” jelasnya.

Namun, lanjut dia, terlepas dari itu, Pemprov Sulsel berharap ada percepatan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memasukkan penyerapan.

“Pak Plt Gubernur juga sudah wanti-wanti kepada setiap OPD, untuk mempercepat dalam hal penyerapan anggaran,” katanya.

“Dan itu saya kira sudah ada perkembangan yang cukup baik terkait dengan penyerapan anggaran. Kita berharap dalam satu, dua bulan ke depan, termasuk selesainya proses tender, penyerapan dari dana BOS yang ada di Biro Kesra itu, Sulsel bisa keluar dari segmen tiga besar terbawah,” jelasnya.

Presentase Realiasi Belanja APBD Provinsi se-Indonesia Hingga 15 Juni 2021

1. Lampung: 43,10 persen
2. Gorontalo: 39,56 persen
3. Sumatra Utara: 38,66 persen
4. Jawa Tengah: 36,74 persen
5. Kalimantan Selatan: 34,83 persen
6. Sumatra Barat: 34,08 persen
7. Jawa Barat: 33,86 persen
8. Bengkulu: 33,39 persen
9. Sulawesi Utara: 32,64 persen
10. Kalimantan Tengah: 32,57 persen
11. Sumatra Utara: 30,80 persen
12. Maluku: 30,58 persen
13. Riau: 29,87 persen
14. Bangka Belitung: 27,55 persen
15. Kalimantan Utara: 27,06 persen
16. DKI Jakarta: 27,05 persen
17. Maluku Utara: 26,08 persen
18. Kalimantan Barat: 25,58 persen
19. Jawa Timur: 25,39 persen
20. NTB: 25,34 persen
21. Papua: 24,70 persen
22. DI Yogyakarta: 23,84 persen
23. Sulawesi Tengah: 23,62 persen
24. Kepulauan Riau: 23,19 persen
25. Jambi: 22,99 persen
26. NTT: 22,21 persen
27. Kalimantan Timur: 21,49 persen
28. Sulawesi Barat: 21,32 persen
29. Sulawesi Tenggara: 20,61 persen
30. Aceh: 20,58 persen
31. Banten: 20,57 persen
32. Sulawesi Selatan: 20,36 persen
33. Bali: 18,82 persen
34. Papua Barat: 15,15 persen

Ridwan
Ridwan Sabtu, 19 Juni 2021 15:51
Komentar