Logo Header

Pembakaran Mayat di Maros, Faktornya Kecemburuan Asmara Semasa Jenis

Ridwan
Ridwan Jumat, 18 Juni 2021 07:02
Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam Press Konference didampingi Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan, Direskrum Polda Sulsel, Kabid Dokkes dan Ka labfor Polda Sulsel dengan menghadirkan pelaku dan barang bukti di Mapolda Sulsel, Kamis, 17 Juni 2021.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam Press Konference didampingi Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan, Direskrum Polda Sulsel, Kabid Dokkes dan Ka labfor Polda Sulsel dengan menghadirkan pelaku dan barang bukti di Mapolda Sulsel, Kamis, 17 Juni 2021.

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Polda Sulsel mengungkap pelaku dan motif kasus pembakaran mayat di Kampung Tompo Ladang, Desa Padaelo, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Jumat, 11 Juni 2021 lalu. Ternyata ada faktor kecemburuan asmara semasa jenis.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Hal ini terungkap saat Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam Press Konference didampingi Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan, Direskrum Polda Sulsel, Kabid Dokkes dan Ka labfor Polda Sulsel dengan menghadirkan pelaku dan barang bukti di Mapolda Sulsel, Kamis, 17 Juni 2021.

Di hadapan para media, Merdisyam menjelaskan identitas korban yakni seorang lelaki R (20) beralamat di Tamalate No. 3 Kel.Kalegowa Somba Opu Gowa. Kapolda Sulsel juga mengungkap para pelaku berumlah 9 orang yaitu MA(19), DAS(19), FS(16), seorang wanita H (23), AP(19), TH(22), AI(17), MAN (16), dan Dion masih DPO.

Adapun motif pembunuhan dan pembakaran mayat R kata Merdisyam, karena salah satu pelaku, MA cemburu dan sakit hati karena korban mempunyai hubungan sesama jenis dengan pria lain

“Para pelaku (pembakaran mayat) ada 9 orang dan berhasil ditangkap 8 orang sementara 1 orang masih DPO,” ujar Merdisyam.

Merdisyam menuturkan kronologi terungkapnya kasus ini yaitu pada TKP penjemputan, Senin, 7 Juni 2021 pukul 09.00 Wita, Pelaku MA dan Korban Rian berkomunikasi melalui FB, pelaku mengajak Korban bertemu di hotel Wisata Jl Bau Makassar, korban setuju dengan syarat, Pelaku ijin ke kakak korban dengan alasan hendak ke Malino.

Kemudian saksi AI menjemput Pelaku, selanjutnya dengan motor menuju rumah korban di Jl Pallantikang, Kabupaten Gowa, mereka meminta izin ke Reza, kakak korban untuk di bawa ke Malino.

Dari rumah korban mereka menuju ke Hotel Wisata II dengan motor, di mana korban di posisi paling belakang, dalam perjalanan pelaku mengambil Hp korban dan melihat isi percakapan korban di WA dab FB dan berakibat pelaku MA cemburu.

Lalu, Pelaku, saksi dan korban Tiba Di TKP hotel Wisata Jl H. Bau Makassar,pukul 21.00 Wita, namun Saksi AI kembali ke tempat kerjanya, pelaku MA, DAS dan korban masuk ke hotel, dan menuju kamar 405, dan disana sudah ada Dion dan 2 orang laki laki,

Esoknya Selasa, 8 Juni 2021 pukul 02.00 Wita saat pelaku Dion, bersama 2 orang lelaki temannnya tertidur, korban dan MA melakukan hubungan seksual sesama jenis, kemudian Pukul 05.00 Wita, terjadi pengeroyokan terhadap korban oleh pelaku MA dan rekan- rekannya

Sekitar pukul 09.00 Wita, korban dibawa pelaku MA, Dion, DAS, ke rumah pelaku H di Jl. Sungai Limboto Makassar dengan taxi online, disana, korban mencoba melarikan diri, dan membuat pelaku MA marah dan menganiaya korban dengan tangan kosong dan ikat pinggang.

Pada hari Kamis 10 Juni 2021, 06 00 Wita , korban meninggal Dunia, mengetahui hal tersebut para pelaku berencana membawa jasad korban ke Sulteng, karena masalah biaya dan jauhnya lokasi, para pelaku memutuskan membuang jasad korban di Camba Maros.

Pada Jumat tanggal 11 Juni 2021 Pukul 04.00 Wita dengan menggunaan mobil rental merk Mobilio Para pelaku membawa jasad korban ke Camba, sebelumnya, mereka singgah di Alfamidi, membeli 2 botol Air 1.500 Ml., dan botolnya diisi 2 bensin yang dibeli di Moncong Loe.

Setiba di Kampung Tompo Ladang Mallawa Maros, para pelaku menurunkan Jasad korban di pinggir jalan dan membakarnya, para pelaku kemudian kembali ke rumah H Pada pukul 11.30 Wita pelaku DAS sempat mengecek kembali ke lokasi mayat.

Saat ditemui, Kabid Humas Poda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan juga menerangkan Modus operandinya pelaku, yaitu menemi korban di rumahnya di Gowa lalu dibawa di Hotel Wisata Makassar, dimana pelaku lainnya, DAS, AP TH, AI, dan MAN sudah berada di salah satu kamar di hotel tersebut.

Kemudian MA berhubungan seksual sesama jenis dengan korban, kemudian pelaku lainnya DAS, AP TH, AI, dan MAN beralibi korban adalah pelaku pencurian Hp di Hotel Wisata, lalu mereka melakukan kekerasan terhadap korban, hingga korban pendarahan di kepala, wajah dan badan, setelah itu korban dibawa ke rumah H, di Jl Sungai Limboto, lalu disekap, dan pelaku MA kembali memukul korban dengan tangan kosong dan ikat pinggang hingga meninggal dunia.

“Setelah korban meninggak dunia pelaku MA DAS, H, FS sepakat menghilangkan jejak korban di daerah Camba Maros dan membakar jasda korban,” ungkap Kabid Humas.

Ridwan
Ridwan Jumat, 18 Juni 2021 07:02
Komentar