Logo Header

Sidang Agung Sucipto Penyuap NA, Edy Rahmat Bersaksi dan 6 orang Lainnya

Ridwan
Ridwan Kamis, 17 Juni 2021 12:59
Suasana persidangan terdakwa Agung Sucipto dalam kasus suap Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah
Suasana persidangan terdakwa Agung Sucipto dalam kasus suap Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Sidang lanjutan terdakwa Agung Sucipto atas kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di Sulsel kembali digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis 17 Juni 2021.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Sidang Agung Sucipto dipimpin Hakim Ketua Ibrahim Palino di ruang utama Pengadilan Negeri Makassar.

Dalam sidang ini menghadirkan 7 saksi, yakni Syamsuddin (wiraswasta), Abdul Rahman (Direktur PT Purnama Karya Nugraha), Irfandi (wiraswasta).

Hikmawati (PNS Dinas Sosial di Bantaeng), Mega Putra Pratama (Wiraswasta) dan tersangka Edy Rahmat (Sekretaris PUTR Sulsel nonaktif).

Sebanyak enam saksi hadir di persidangan. Sementara Edy Rahmat mengikuti sidang secara virtual.

“Agenda sidang ini akan mendengarkan keterangan saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum,” ujar Ibrahim Palino.

JPU KPK Ronald Ferdinand Worotikan mengatakan, sedianya pihaknya memanggil 7 orang saksi. Namun yang dapat hadir hanya 6 orang.

“Jadi kami akan memeriksa dulu lima orang yang hadir di sini, selanjutnya kami akan memerik Pak Edy Rahmat secara online,” ujar Jaksa Ronald.

Diketahui, terdakwa Agung Sucipto selaku pemilik PT. Agung Perdana Bulukumba dan PT Cahaya Sepang Bulukumba.

Ia diduga melakukan praktek suap menyuap dengan Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat terkait pembangunan infrastruktur.

Alasannya, agar Agung Sucipto dipilih untuk mengerjakan proyek di Sulsel untuk tahun anggaran 2021.

Agung Sucipto didakwa pasal berlapis, sebab dianggap telah melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a UU tipikor.

Ridwan
Ridwan Kamis, 17 Juni 2021 12:59
Komentar