Logo Header

Ikuti Peluncuran RAN PE, Plt Gubernur Sulsel Harap Perkuat Komitmen Pencegahan Terorisme

Ridwan
Ridwan Kamis, 17 Juni 2021 10:00
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ikuti Peluncuran RAN PE secara virtual, Kamis 17 Juni 2021
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ikuti Peluncuran RAN PE secara virtual, Kamis 17 Juni 2021

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengikuti Peluncuran Pelaksanaan RAN PE atau Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024, Rabu 16 Juni 2021.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Peluncuran yang dilakukan oleh Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin ini menyusul diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) No 7 Tahun 2021 tentang RAN PE.

Andi Sudirman mengikuti Peluncuran RAN-PE ini dari Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, bersama Kepala Kesbangpol Sulsel, Asriady Sulaiman; Kepala BPBD Sulsel, Nimal Lahamang; dan Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Ashari Radjamilo.

Plt Gubernur Sulsel berharap, dengan adanya peluncuran ini dapat memperkuat komitmen semua pihak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah ke terorisme.

“Perbuatan ekstremisme dan terorisme, tidak mencerminkan agama manapun. Olehnya itu, mari kita terus mencegah ancaman intoleransi, radikalisme dan ekstremisme dengan melakukan pendekatan agama,” ungkapnya.

Melalui pendekatan ajaran agama, kata Andi Sudirman, “diharapkan dapat meningkatkan imun kita untuk mencegah dan menjauhi perbuatan-perbuatan negatif,” imbuhnya.

Sementara itu, Wapres RI, Ma’ruf Amin berkata, “diharapkan peluncuran ini memperkuat komitmen semua pihak terkait untuk melaksanakan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya,” kayanya.

Menurut Maruf diterbitkannya RAN PE ini karena Indonesia masih menghadapi ancaman intoleransi, radikalisme dan ekstremisme yang berakibat munculnya berbagai kejadian berbasis kekerasan. Hal ini secara nyata merupakan gangguan keamanan dalam kehidupan masyarakat serta dapat mengancam ideologi juga sistem kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Isu terorisme meningkatkan ketidakpastian, dan berkelindan dengan kompleksitas masalah-masalah internasional, regional, dan domestik,” tuturnya.

Selain itu dia juga menyebutkan bahwa tujuan RAN PE adalah untuk meningkatkan perlindungan hak atas rasa aman warga negara dari ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.

Ma’ruf Amin pun menegaskan, bahwa terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Di mana tidak ada kaitannya dengan agama apa pun. Ia mengatakan semua ajaran agama menolak terorisme apapun alasannya

“Saya juga ingin menegaskan kembali, bahwa tidak ada satupun agama yang mengajarkan penganutnya untuk melakukan ekstremisme dan terorisme,” tuturnya.

Dalam pandangan Islam, kata Wapres, ekstremisme dan terorisme atas nama agama merupakan perbuatan yang berlebihan dalam beragama.

“Terorisme bukanlah jihad yang sifatnya melakukan perbaikan. (Ini) karena karakter dasar terorisme adalah merusak,” tuturnya

Ridwan
Ridwan Kamis, 17 Juni 2021 10:00
Komentar